Buka Keuangan Syariah Fair 2016, Ini Impian Besar OJK

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 3 Maret 2016 13:17
Buka Keuangan Syariah Fair 2016, Ini Impian Besar OJK
OJK berharap ambisi Indonesia menjadi kiblat keuangan syariah global bisa terwujud.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membuka pameran produk dan jasa keuangan syariah yang dikemas dalam Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016. Kegiatan ini sekaligus mempertegas tekad Indonesia menjadi kiblat keuangan syariah dunia. 

Kordinator acara sekaligus Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Agus Sudiarto mengungkapkan SF 2016 merupakan puncak acara dari pengenalan industri keuangan syariah kepada masyarakat.

Acara yang digelar di Mall Gandari City, Jakarta Selatan pada 3-6 Maret 2016 ini mengahadirkan 41 perusahaan terdiri dari 11 keuangan non bank syariah, 19 industri perbankan syariah dan 11 industri pasar modal syariah.

Sejumlah kegiatan juga digelar selama ajang KSF seperti iB Goes To School, beberapa program edutaiment serta talkshow mengenai keuangan syariah.

" Kami berharap dengan digelarnya KSF ini akan mengedukasi dan mensosialisasi produk-produk keuangan syariah. Sehingga dapat meningkatkan transaksi dan meningkatkan market share bank syariah," ungkap Agus saat pembukaan KSF 2016, pada Kamis, 3 Maret 2016.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK, Firdaus Djaelani menambahkan, KSF akan digelar secara berkelanjutan di enam kota di Indonesia, yaitu Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Balikpapan dan Makassar.

Menurut Firdaus, KSF menandai satu peristiwa penting dalam upaya Indonesia memacu industri keuangan syariah di Tanah Air. " Ini masuk sebagai katergori industri baru tumbuh sehingga memerlukan intervensi dan dukungan khusus agar lebih efisen," imbuh Firdaus.

Lebih jauh ia optimistis peluang industri keuangan syariah masih terbuka lebar. Bahkan ia merasakan kontribusi industri keuangan syariah sangat penting dalam menyokong pembangunan nasional. 

KSF juga diharapakan menjadi gerbang pembuka bagi para pelaku industri keuangan syariah dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu, diperlukan penyusunan standar produk keuangan syariah yang dilatarbelakangi tuntunan pasar agar mampu menunjang industri perbankan syariah dalam peningkatan daya saing di pasar bebas.

" Kita berharap Indonesia dapat menjadi kiblat keuangan syariah global. Masyarakat sebagai pengguna jasa dan layanan. Kampus dan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan penyedia SDM dan laboratorium. Sedangkan MUI sebagai penjamin keuangan syariah," tuturnya.

Beri Komentar
Gus Miftah Ungkap Perubahan Besar Deddy Corbuzier