BUMN RI Ikut Percantik Landscape Tanah Saudi

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 2 Februari 2016 16:02
BUMN RI Ikut Percantik Landscape Tanah Saudi
Adil Makkah Contracting Corporation (AMCO) telah menggandeng BUMN Indonesia, PT Wijaya Karya Tbk untuk membangun sejumlah proyek di Jedah.

Dream - Perusahaan Indonesia melebarkan sayap bisnisnya ke Arab Saudi. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) belum lama ini menandatangani kerjasam dengan perusahaan konstruksi asal Jeddah, Adil Makkah Contracting Corporation (AMCO).

Mengutip laman Saudigazette, Senin, 1 Februari 2015, tiga proyek bernilai 30 juta riyal atau Rp 109,05 miliar akan mulai direalisasikan di Jedah pada tahun ini.

Wik rencananya akan menggarap proyek infrastruktur seperti kawasan perkantoran, pusat komersial, dan komplek apartemen.

CEO Adil Makkah Contracting Corporation, Adil Abdul Munief Makki yain perusahaan konstruksi raksasa dari Indonesia ini akan membantu booming bisnis konstruksi di tanah Saudi serta mengundang alih teknologi.

" Wika telah mencetak kisah sukses dalam bisnis konstrusi tak hanya di Indonesia tapi juga beberapa negara lain," ata Maki.

Wakil Konjen Indonesia di Saudi, Jurman Nazar mengataan Indonesia memang ingin mengambil peluang besar pasar infrastruktur dan konstruksi Saudi.

Sebagai negara muslim terbesar, dan mengirimkan jemaah haji dan umrah terbesar, Indonesia mengaku serius meningkatkan kerjasama dengan kerajaan Saudi di bidang investasi dan sektor konstruksi.

" Di tengah jatuhnya harga minyak dunia, kerajaan Saudi semakin fokus pada pengembangan bisnis non-minyak. Dan Indonesia ingin mengkapitalisasi hal ini," kata Jurman.

Sementara perwakilan Kadin Jedah di sektor kontraktor, Muammar Al-Atawi mengatakan ini merupakan kali pertama perusahaan kontrusi raksasa Indonesia masuk e pasar Saudi.

WIKA telah mengantongi izin investasi pemodal asing dari Saudi Arabian Investment Authority (SAGIA) sejak 2015. Project Manager WIKA, Bimo Prasetyo, mengatakan perusahaan berharap bisa menandatangani kerjasama bernilai US$ 200 juta di Saudi sepanjang tahun ini.

" Ada beberapa proyek bernilai lebih dari US$ 40 juta yang saat ini masih dalam pengkajian. Dan itu termasuk proyek konstruksi untuk perumahan dan pusat bisnis," kata Bimo.

Beri Komentar