Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Satu per satu warga Amerika Serikat mulai bereaksi dengan kebijakan keras presiden barunya, Donald Trump. Di kala pengusaha memilih mengikuti keinginan presiden, jaringan bisnis kopi ternama Starbuck juga berbeda sikap.
Trump yang memutuskan memberlakukan larangan imigran masuk ke AS, dijawab CEO Starbuck, Howard Schultz dengan cara mengejutkan.
Schultz memastikan akan tetap merekrut 10 ribu pengungsi di seluruh dunia. Termasuk calon pegawai dari kalangan pengungsi yang akan membantu militer AS.
"Saya menulis kepada Anda hari ini dengan keprihatian yang mendalam, hati berat, dan janji yang tegas," ujar Schultz dalam suratnya kepada para pegawai, dikutip Dream dari laman Fortune, Selasa, 31 Januari 2017.
Menurut Schultz, warga AS saat ini hidup di era penuh ketidakpastian. Masyarakat dunia juga mempertanyakan janji AS sebagai negara impian bagi warga dari bangsa lain.
Schultz, yang bulan lalu mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai CEO tapi tetap sebagai ketua eksekutif, mengaku telah mengontak langsung karyawannya yang terkena larangan imigrasi.
Starbucks memang pernah berjanji akan melipatgandakan upayanya untuk mempekerjakan orang-orang yang melarikan diri dari perang, kekerasan, penganiayaan dan diskriminasi. Perusahaan bahkan memancang target mempekerjakan 10.000 pengungsi di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan.
Di Amerika Serikat, upaya tersebut dimulai dengan merekrut pegawai untuk melayani tentara AS sebagai penerjemah dan staf pendukung di sejumlah negara.
Tak hanya tetap merekrut pegawai, Starbucks juga akan terus berinvestasi di Meksiko, di mana perusahaan sudah memiliki 600 toko dan 7.000 karyawan.
"Kita semua berkewajiban untuk memastikan pejabat terpilih kami mendengar dari kami secara individu dan kolektif. Starbucks adalah melakukan bagiannya," kata Schultz. (Sah)
Satu per satu warga Amerika Serikat mulai bereaksi dengan kebijakan keras presiden barunya, Donald Trump. Di kala pengusaha memilih mengikuti keinginan presiden, jaringan bisnis kopi ternama Starbuck juga berbeda sikap.
Trump yang memutuskan memberlakukan larangan imigran masuk ke AS, dijawab CEO Starbuck, Howard Schultz dengan cara mengejutkan.
Schultz memastikan akan tetap merekrut 10 ribu pengungsi di seluruh dunia. Termasuk calon pegawai dari kalangan pengungsi yang akan membantu militer AS.
"Saya menulis kepada Anda hari ini dengan keprihatian yang mendalam, hati berat, dan janji yang tegas," ujar Schultz dalam suratnya kepada para pegawai, dikutip Dream dari laman Fortune, Selasa, 31 Januari 2017.
Menurut Schultz, warga AS saat ini hidup di era penuh ketidakpastian. Masyarakat dunia juga mempertanyakan janji AS sebagai negara impian bagi warga dari bangsa lain.
Schultz, yang bulan lalu mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai CEO tapi tetap sebagai ketua eksekutif, mengaku telah mengontak langsung karyawannya yang terkena larangan imigrasi.
Starbucks memang pernah berjanji akan melipatgandakan upayanya untuk mempekerjakan orang-orang yang melarikan diri dari perang, kekerasan, penganiayaan dan diskriminasi. Perusahaan bahkan memancang target mempekerjakan 10.000 pengungsi di seluruh dunia dalam lima tahun ke depan.
Di Amerika Serikat, upaya tersebut dimulai dengan merekrut pegawai untuk melayani tentara AS sebagai penerjemah dan staf pendukung di sejumlah negara.
Tak hanya tetap merekrut pegawai, Starbucks juga akan terus berinvestasi di Meksiko, di mana perusahaan sudah memiliki 600 toko dan 7.000 karyawan.
"Kita semua berkewajiban untuk memastikan pejabat terpilih kami mendengar dari kami secara individu dan kolektif. Starbucks adalah melakukan bagiannya," kata Schultz. (Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?