Ilustrasi
Dream - Para penggemar manusia mungil dalam film fiksi The Smurf urung mengunjungi desa kecil yang rencananya dibangun di Bahrain. Investor utama di balik pembangunan taman hiburan senilai US$ 5,3 juta ini memutuskan menarik diri dari proyek tersebut.
Keputusan mengejutkan ini diambil setelah proyek prestisius tersebut tertunda selama dua tahun.
Gulf Daily News melaporkan taman hiburan bernuansa rumah jamur seperti di film kartun populer The Smurfs itu kemungkinan akan berpindah ke negara Teluk lainnya.
Dewan Kota (Central Municipal Council) Bahrain yang menyetujui proyek Desa Smurf pada September 2012 ini belum memberi penjelasan resmi terkait keputusan tak terduga tersebut. Namun, dewan kota Bahrain menyayangkan proyek prestisius itu harus terhenti di tengah jalan.
" Kami sangat sedih bahwa investor telah memutuskan untuk menarik diri padahal ini adalah proyek ambisius yang kami tertarik dan antusias untuk memilikinya," kata Abdulrazzak Al Hattab Teluk, ketua Central Municipal Council Bahrain kepada Gulf Daily News seperti dikutip Dream, Jumat, 26 September 2014.
Dikatakan Al Hatab, proyek ini semula akan menjadi yang pertama di wilayah Bahrain dan memiliki tema yang unik. Namun tidak adanya kabar kelanjutan Desa Smurf membuat proyek ini harus menerima kabar buruk tersebut.
Taman hiburan yang seharusnya dibangun di Prince Khalifa bin Salman Grand Garden di West Riffa ini akan menampilkan 30 rumah Smurf yang masing-masing memiliki luas 50 meter per segi dan mampu menampung hingga 20 anak.
Al Hattab mengatakan dewan berencana mendekati beberapa pengusaha di wilayah Teluk agar mengelola taman tersebut dengan konsep-konsep baru.
" Ada ruang besar yang dapat dimanfaatkan oleh investor lain," tambahnya. " Kami ingin konsep yang kuat dan kami siap memberikan lampu hijau terhadap konsep apapun yang mereka tawarkan."