Dianggap Masih Murah, Harga Keekonomian Pertalite dan Pertamax di Atas Rp30 Ribu per Liter

Reporter : Alfi Salima Puteri
Senin, 27 Juni 2022 19:47
Dianggap Masih Murah, Harga Keekonomian Pertalite dan Pertamax di Atas Rp30 Ribu per Liter
Menteri ESDM Arifin Tasrief berharap masyarakat bisa turut melakukan efisiensi untuk mencegah anggaran subsidi jebol.

Dream - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrief mengungkapkan nilai keekonomian bahan bakar minyak RON 90 maupun RON 92 rata-rata di atas Rp30 ribu per liter. Nilai tersebut menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang saat ini sudah berada di atas US$100-120 per barel.

" Kita harus antisipasi ini karena situasi krisis energi tidak bisa diramalkan selesai tahun ini atau lebih lama lagi," ungkap Arifin saat kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dikutip dari laman esdm.go.id.

Menurut Arifin, harga BBM bernilai keekonomian ini di atas harga BBM Pertalite, Pertamax yang jauh lebih murah. Pertalite dengan RON 90 diketahui dijual Rp7.650 sedangkan Pertamax Rp12.500 per liter.

" Makanya kita perlu mengingatkan ke masyarakat agar menggunakan BBM seefisien mungkin. Ini berdampak pada (membengkaknya) alokasi subsidi," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Imbau Antisipasi Kebutuhan Avtur dan BBM

Pada kesempatan kunjungan kerja kali ini, Menteri ESDM sempat meninjau beberapa titik infrastuktur BBM dan gas bumi, yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPUBN) dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Labuan Bajo. Agenda ini sekaligus memastikan keterjangkauan akses energi ke masyarakat yang merupakan bahasan utama dari The 2nd Energy Transistion Working Group (ETWG).

" Di SPBU Non Public Service Obligation (PSO), distribusi BBM berjalan lancar, respon masyarakat juga bagus. Di depot, avtur juga aman," kata Arifin.

Lebih jauh Arifin mengimbau PT Pertamina (Persero) untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan permintaan mengingat Labuan Bajo merupakan wisata prioritas pemerintah. " Kita harus antisipasi daerah ini akan banyak kunjungan wisatawan. Tentu kebutuhan avtur dan BBM akan meningkat," jelasnya.

Guna memperhitungkan kondisi tersebut, Arifin meminta pihak Pertamina juga meningkatkan level keamanan (safety) dan jaringan logistik di setiap infrastruktur BBM.

" Ini masih terlalu sederhana, kita minta perbaiki logistiknya supaya bisa lebih hemat dan efisien," ujar Arifin yang berharap penataan operasional logistik akan berdampak pada efisiensi.

Beri Komentar