Dream - Bursa saham syariah Indonesia belum bisa keluar dari tekanan jual. Kondisi regional yang bergerak variatif membuat investor menahan diri masuk pasar.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,559 poin (0,39%) ke level 143,114.
Transaksi perdagangan saham syariah di sesi pemanasan ini mencapai Rp 5,67 miliar dengan 20,8 juta saham yang menjadi objek jual beli investor.
Gerak ISSI di sesi pembukaan tak berubah banyak. ISSI bertahan stagnan dengan kembali melemah 0,559 poin (0,39%) ke level 143,114.
Tekanan jual juga tak bisa ditahan saham-saham bluechips syariah. Turun 3,517 poin (0,59%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) longsor ke level 593,673 di sesi prapembukaan.
Indeks JII kembali melemah 3,516 poin (0,59%) ke level 593,674 di sesi pembukaan.
Bursa saham Indonesia pagi ini tampaknya hanya akan mengekor laju bursa regional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi prapembukaan dengan koreksi 8,283 poin (0,18%) ke level 4.502,195.
Sebanyak 23 emiten menyeret IHSG masuk zona merah dan 14 lainnya berhasil menembus zona hijau. Dana Rp 12,6 miliar sudah dikucurkan investor di awal sesi ini.
Masih tak berubah, investor asing membukukan nett sell Rp 726 juta di sesi pagi ini.
Dari kawasan regional, bursa saham utama Asia pagi ini bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Strait Times bergerak positif dan sudah menguat 0,14 persen dan 0,35 persen.
Namun indeks Nikkei Jepang dan Shanghai Composite justru melemah 0,56 persen dan 1,36 persen.
Sementara laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga belum menunjukan kemajuan berarti. Rupiah dibuka melemah di level 13.848 per dollar AS.
Kurs rupiah saat ini sudah kembali melemah 8 poin (0,06%) menjadi 13.840 per dollar AS.