Digaji Rp2 Miliar, Wanita Ini Malah Protes karena Kerjanya Cuman 'Gabut'

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 6 Desember 2022 07:45
Digaji Rp2 Miliar, Wanita Ini Malah Protes karena Kerjanya Cuman 'Gabut'
Kenapa pekerjaannya seperti ‘tidak melakukan apa-apa’?

Dream - Ini kisah seorang pekerja wanita yang mengeluh karena digaji tapi tidak melakukan apa-apa. Bayarannya bahkan mencapai US$130.000 atau senilai Rp2 miliar per tahun.

Wanita itu adalah Dermot Alastair Mills, seorang manajer keuangan jaringan kereta api nasional Irlandia. Orang lain mungkin merasa senang karena mendapat gaji besar dengan pekerjaan ringan. Namun tidak bagi Mills, kondisi itu merupakan diskriminasi.

Kenapa pekerjaannya seperti ‘tidak melakukan apa-apa’? Karyawan di Irish Rail itu telah menjadi manajer keuangan sejak 2014. Dia secara bertahap dibebastugaskan dari hampir semua tugasnya. Begini kira-kira kesehariannya di kantor.

“ Saya membeli dua surat kabar, Times dan Independent, dan sandwich. Saya pergi ke bilik saya, saya menyalakan komputer saya, saya melihat email. Tidak ada email yang terkait dengan pekerjaan, tidak ada pesan, tidak ada komunikasi, tidak ada komunikasi kolega,” kata Mills kepada Komisi Hubungan Tempat Kerja Irlandia (WRC).

1 dari 5 halaman

Dia sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan siang dan membaca koran. Namun terlepas dari semua ini, dia masih mendapatkan gaji rutinnya setiap bulan.

“ Saya duduk dan saya membaca koran dan saya makan sandwich saya. Lalu sekitar jam 10.30, kalau ada email yang butuh jawaban, saya jawab. Jika ada pekerjaan yang terkait dengannya, saya melakukan pekerjaan itu," katanya.

" Saya akan mengatakan jika saya mendapatkan sesuatu yang mengharuskan saya melakukan pekerjaan sekali dalam seminggu, saya akan senang,” lanjut Mills.

2 dari 5 halaman

Manajer keuangan tersebut mengatakan bahwa dia bertanggung jawab atas anggaran modal senilai sekitar US$261 juta dari tahun 2000 hingga terjadi collapse pada tahun 2007. 

Dia dipromosikan pada tahun 2010, tetapi kariernya mulai berantakan pada tahun 2013 ketika diduga diintimidasi menjadi 'peran baru' dan dipaksa mengambil cuti sakit selama tiga bulan.

Mills mengaku, ketika dia kembali, dia menyadari ada 'masalah tertentu' dengan debitur dan mengirimkan laporan 'itikad baik' kepada kepala eksekutif Rel Irlandia pada Maret 2014, sebelum membuat pengungkapan yang dilindungi kepada Menteri Transportasi. 

Sejak itu, tanggung jawabnya di perusahaan telah dipotong, begitu pula portofolio anggarannya.

Manajer keuangan itu menambahkan bahwa dia merasa dikucilkan dan dia telah dikeluarkan dari rapat perusahaan dan kesempatan pelatihan.

Sumber: Oddity Central

3 dari 5 halaman

Pria Ini Dibayar Rp1 Juta untuk Tidak Melakukan Apa-Apa, Kok Bisa?

Dream - Baru-baru ini seorang pria asal Jepang bernama Shoji Morimoto menjadi sorotan publik, karena berhasil mewujudkan pekerjaan impiannya, yakni dengan tidak melakukan apa-apa.

Dikutip dari laman New York Post, Jumat 9 September 2022, Shoji sebelumnya adalah seorang editor buku, tapi tiga tahun kemudian memutuskan untuk resign karena tidak sesuai dengan karier yang diinginkannya.

Kini Shoji tidak menganggur, melainkan menyewakan jasanya untuk menemani orang lain, meskipun hal tersebut dianggap bukan pekerjaan bagi kebanyakan orang.

Pria tersebut menyewakan dirinya kepada orang-orang yang membutuhkan untuk melakukan hal-hal sederhana, seperti menaiki jungkat-jungkit dengan klien di taman, atau hanya sekadar ada di tempat.

Selain dibayar, orang yang menyewa pun umumnya akan diminta untuk membiayai transportasi, makanan, atau minuman jika ada.

 

4 dari 5 halaman

Namun Shoji memiliki batasan. Dia tidak akan menerima tugas yang melibatkan kegiatan seksual. Shoji pun pernah menolak beberapa tawaran seperti memindahkan kulkas dan melakukan perjalanan ke Kamboja.

" Pada dasarnya, aku menyewakan diri sendiri. Pekerjaanku adalah berada di mana pun klien menginginkanku dan tidak melakukan apa pun secara khusus," kata Shoji.

Shoji Morimoto.© New York Post

Salah satu kliennya bernama Aruna Chida, seorang analis data, mengaku puas dengan pelayanan Shoji untuk menemaninya karena tidak harus banyak bicara.

“ Saat dengan teman-temanku, aku merasa harus menghibur mereka. Tapi dengan pria sewaan, aku merasa tidak harus banyak bicara,” ujar Aruna.

5 dari 5 halaman

Pria berusia 38 tahun ini mengungkapkan dirinya dapat menghasilkan sekitar US$71 (Rp1 jutaan) hanya dengan berada di suatu tempat yang telah ditentukan oleh klien.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19, Shoji dapat menghasilkan hampir Rp4,4 juta dalam sehari.

Hingga saat ini Shoji mampu memenuhi sekitar 4.000 pesanan selama empat tahun terakhir. Hasil dari pekerjaannya tersebut bahkan mampu untuk menafkahi istri dan anaknya.

Shoji Morimoto.© New York Post

Beri Komentar