Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BPJS Kesehatan
Dream - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris membantah anggapan yang menyebutkan perusahaannya tengah mengalami kesulitan atau collapse.
“ Bapak Presiden sangat memberikan perhatian karena ini harus menjadi opini yang jangan sampai membuat gelisah baik itu rumah sakit, kemudian tenaga kesehatan,” kata Fahmi mengutip laman Setka, Jumat, 11 Maret 2016.
Fahmi menegaskan neraca keuangan perusahaan baik pemasukan maupun pengeluaran dalam kondisi sehat. Bahkan tidak ada masalah sama sekali.
Selama ini, BPJS mengaku sumber pemasukan perusahaan berasal dari dua sumber salah satunya iuran peserta. Diakui Fahmi, iuran dan pengeluaran memang masih missmatch karena dasar perhitungan masih menjadi rekomendasi dari Dewan Jaminan Sosial Nasional.
" Kalau bahasanya kurang lebih underpricing dari iuran yang diharapkan," katanya.
Namun Fahmi menegaskan, pengalaman BPJS sejak berdirinya Askes 48 tahun lalu sudah mengkalkulasi agar program ini tetap berjalan dengan mencari sumber pemasukan lain.
Baca juga: Iuran BPJS Resmi Naik 1 April 2016
Dalam rancanganya terdapat dua pilihan terkait missmatch iuran peserta. Pertama mengurangi manfaat yang diterima peserta. Pilihan ini dipastikan takkan ditempuh BPJS karena dikhawatirkan akan terjadi social cost yang besar.
" Masa orang cuci darah kemudian mulai besok dikurangi. Itu tidak kita pilih," ujarnya.
Pilihan kedua adalah menaikkan iuran sehingga match dengan pengeluaran.
" Isu BPJS kolaps itu tidak benar adanya karena balance sheet-nya sudah kita hitung antara pemasukan dan pengeluaran di tahun 2016 ini mendekati dengan apa yang kita perkirakan,” pungkas Fahmi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya