Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Angka Literasi Dan Inklusi Keuangan Syariah Di Indonesia Masih Kecil. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia masih rendah. Keberadaan industri 4.0 dan industri halal diprediksi bisa mengerek angka literasi keuangan syariah.
Dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah, Kamis 28 Maret 2019, berdasarkan data Otositas Jasa Keuangan (OJK), angka literasi keuangan syariah hanya 8 persen. Angkanya lebih rendah daripada literasi keuangan konvensional yang sebesar 30 persen.
Sementara itu, untuk inklusi keuangan syariah baru sebesar 11 persen. Angkanya lebih rendah daripada angka inklusi nasional yang sebesar 30 persen. Padahal, Indonesia merupakan negara yang penduduk Muslim-nya terbanyak di dunia.
Direktur Utama PT BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan, keberadaan industri halal dan industri 4.0 bisa meningkatkan literasi keuangan syariah.
" Dengan adanya industri 4.0 dan potensi industri halal yang masih belum banyak berkembang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi industri keuangan syariah," kata Firman dalam pidatonya di kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.
Selain kuliah umum di UM Surabaya, BNI Syariah juga menggandeng kampus tentang produk dan jasa layanan perbankan, yaitu bisnis pembiayaan.
Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Pemimpin BNI Syariah Wilayah Timur, Imam Hidayat Sunarto ,dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sukadiono, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Imam mengatakan perjanjian kerja sama ini terkait dengan fasilitas pembiayaan BNI Flexi iB Hasanah untuk karyawan dan dosen Universitas Muhamaddiyah Surabaya,
Potensi bisnis pembiyaaan di Universitas Muhammadiyah Surabaya ini cukup besar. Sampai saat ini, jumlah karyawan dan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya masing-masing sebanyak 143 dan 294 orang.
Per 2018, BNI Syariah tercatat telah menyalurkan pembiayaan produktif ke Universitas Muhammadiyah Surabaya sebesar Rp25 miliar.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis