Fakta di Balik Foto Sri Mulyani Bertopi Kalimat Tauhid

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 26 Oktober 2018 14:13
Fakta di Balik Foto Sri Mulyani Bertopi Kalimat Tauhid
Foto ini menjadi viral di jejaring sosial.

Dream – Belum lama ini beredar di jejaring sosial Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengenakan topi berkalimat tauhid. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) angkat bicara tentang kabar itu.

Dilansir dari laman Kemenkeu, Jumat 26 Oktober 2018, bermula saat Sri Mulyani sedang melakukan kunjungan kerja di daerah terdampak bencana di Palu pada Rabu, 24 Oktober 2018.

Dalam kunjungannya, Sri Mulyani menyerahkan bantuan donasi dari pegawai dan Dharma Wanita Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp2,5 miliar dan sumbangan Rp591 juta dari BUMN yang ada di bawah naungan Kemenkeu.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ketika berkunjung ke Palu.© Kementerian Keuangan

Saat mendatangi beberapa daerah yang terdampak gempa dan tsunami, dia juga berinteraksi dengan warga sekitar.

Namun, beredar foto yang memperlihatkan Menkeu tengah memakai topi berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid dengan berswafotodengan warga.

Perihal topi ini, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, mengatakan topi itu diberikan oleh seorang remaja putri dan memintanya untuk berfoto dengan topi itu.

“ Menkeu secara spontan menerima ajakan tersebut sebagai bagian keramahtamahan beliau sebagai public figure,” kata Wira. Foto itu diambil di Desa Vatitela, Mantikulore, Palu.

1 dari 3 halaman

Tak Ada Niat Apa pun

Wira menegaskan tak ada niat dari Sri Mulyani untuk berfoto dengan topi itu. Dia mengatakan mantan pejabat pelaksana Bank Dunia kesal dengan pihak-pihak yang “ menyerangnya”.

“ Menkeu sangat menyesalkan apabila ada pihak yang memanfaatkan dan menyalahkan interaksi sosial dan ramah-tamah dengan masyarakat tersebut untuk tujuan lain,” kata dia. (ism)

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani Masuk Daftar Muslim Berpengaruh Dunia 2019

Dream – The Royal Islamic Strategic Studies Center (RISSC) belum lama ini merilis daftar 500 Muslim Berpengaruh di Dunia 2019. Instansi yang berbasis di Amman, Yordania, memasukkan sejumlah tokoh dari dunia politik sampai atlet.

Di Indonesia, ada nama Presiden Joko Widodo yang masuk ke dalam daftar.

Jokowi tak sendirian. Ada juga Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang turut masuk ke daftar Muslim Berpengaruh di Dunia 2019

Dilansir dari The Muslim 500, Jumat 19 Oktober 2018, Sri Mulyani masuk daftar Muslim Berpengaruh di Dunia untuk kategori bisnis. Mantan direktur perencanaan Bank Dunia menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk kategori ini. 

Sri Mulyani dinilai sebagai wanita paling berpengaruh di dunia. Dia adalah salah satu pembuat kebijakan yang mengantongi profil internasional.

Ketika menjabat sebagai menteri keuangan, perekonomian Indonesia masuk ke dalam 20 perekonomian tertingi di dunia. Indonesia juga masuk ke dalam negara yang pertumbuhan ekonominya paling cepat dan lingkungan politiknya stabil.

Sri Mulyani juga pernah menjabat sebagai Direktur Perencana Bank Dunia pada 2010-2016.

3 dari 3 halaman

Jokowi, Khabib, dan Mo Salah, Masuk 500 Muslim Berpengaruh Dunia 2019

Dream - The Royal Islamic Strategic Studies Center (RISSC) merilis daftar 500 Muslim Berpengaruh di Dunia 2019. Lembaga yang berbasis di Amman, Yordania, ini mencantumkan sejumlah tokoh dari dunia politik, cendekiawan, hingga atlet.

Dari Indonesia, lembaga yang berafiliasi dengan The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought ini memasukkan Presiden Joko Widodo. Presiden yang karib disapa Jokowi ini berada padaurutan ke-16.

Selain Jokowi, beberapa ulama dari Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, berada di peringkat ke-20.

Sementara itu di peringkat ke-37 terdapat Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya.

Beberapa nama penting di dunia kecendikiawanan Muslim Indonesia juga turut masuk ke dalam daftar ini. Beberapa di antaranya, Mustasyar PBNU, KH Ahmad Mustofa Bisri; Anggota Dewan Etik Hakim Konstitusi, Ahmad Syafii Maarif; serta Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Sementara itu di Dewan Muslim Senior, ada nama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Beri Komentar