Langgar Aturan Sewa Pacar dari Perusahaan, Mahasiswa Didenda Rp90 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 18 Januari 2021 09:33
Langgar Aturan Sewa Pacar dari Perusahaan, Mahasiswa Didenda Rp90 Juta
Ditambah, kurungan penjara selama beberapa bulan.

Dream – Dalam bisnis sewa, ada sederet peraturan yang disodorkan oleh penyedia jasa kepada konsumen. Jika melanggarnya, konsumen itu bisa mendapatkan sanksi. Hal serupa juga diterapkan di bisnis sewa pacar.

Dikutip dari Oddity Central, Minggu 17 Januari 2021, seorang mahasiswa di Taiwan mendapatkan pelajaran mahal dari bisnis sewa pacar. Dia dihadapkan dengan kurungan penjara dan denda senilai puluhan juta rupiah.

Kejadian ini bermula pada Juli 2019 ketika pria bernama Chen menyewa seorang pacar dari perusahaan bernama Love Acting Extra. Kala itu, dia merogoh kocek 7.200 dolar Taiwan (Rp3,63 juta) untuk kencan selama tiga jam. Kemudian, perusahaan ini menjelaskan apa yang boleh dan dilarang dilakukan oleh Chen.

Di kontraknya, Chen hanya diizinkan untuk bergandengan tangan, membelai rambut, hingga memeluk “ kekasih” bohongan itu. Namun, dia dilarang untuk mencium, bahkan menyentuh area terlarang.

1 dari 2 halaman

Sayangnya Dilanggar

Pada Agustus 2019, Chen dan pacar sewanya bertemu di Taipei Main Station, Taiwan, untuk kencan selama tiga jam. Semula, berjalan lancar. Keduanya makan malam di restoran cepat saji dan berjalan-jalan di Da’an Forest Park.

Namun di sana, Chen mulai bertingkah tak sopan. Dia berbisik akan menculik wanita itu. Tak hanya itu, Chen juga mulai menyentuh area-area yang dilarang oleh perusahaan.

Kekasih sewaannya ini ketakutan karena Chen bisa membahayakan dirinya. Tak ada yang bisa dilakukan kecuali bertahan. Beruntung, tiga jam sewa pacar telah berakhir. Chen melepaskan sang pacar.

Setelah lepas dari pelukan Chen, wanita ini langsung pergi ke kantor polisi untuk melaporkan tindakan pelecehan yang baru saja dialami.

2 dari 2 halaman

Minta Maaf, Tapi…

Polisi segera menangkap Chen. Pria ini mengakui kesalahannya dan menulis surat permintaan maaf kepada sang wanita.

Sayangnya, surat itu tak bisa menolong Chen dari ancaman jeruji besi. Hakim menilai Chen berperilaku tidak senonoh, tapi bertobat.

Kemudian, mahasiswa ini dipenjara selama enam bulan dan mendapatkan denda senilai 180 ribu dolar Taiwan (Rp90,69 juta). Walaupun kejadiannya berlangsung tahun 2019, namun berita ini menjadi tajuk utama di media lokal. Chen tidak menghadiri pengadilan tinggi Taiwan beberapa hari yang lalu. Itu berarti dia sedang menjalani hukuman penjara.

Beri Komentar