Pencakar Langit Gaza Rata dengan Tanah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 27 Agustus 2014 06:06
Pencakar Langit Gaza Rata dengan Tanah
Serangan roket Israel telah mengancurkan sebuah apartemen yang menjadi salah satu gedung tertinggi di Gaza. Ini Kronologisnya?

Dream - Konflik Gaza kembali memanas usai berbagai upaya gencatan senjata selalu berujung kegagalan. Luncuran mortir dan roket kembali menghiasi langit Gaza dan menghancurkan setiap bangunan yang disasarnya.

Terakhir, serangan udara Israel yang dilancarkan sebelum fajar pada pekan lalu, menewaskan dua warga Palestina. Serangan itu juga menghancurkan salah satu apartemen dan gedung perkantoran tertinggi di Gaza.

" Serangan ini mengakibatkan ledakan besar dan melukai 20 orang," kata para pejabat kesehatan Palestina seperti dikutip Arabnews, Selasa, 26 Agustus 2014.

Israel tidak berkomentar segera setelah serangan terjadi. Serangan ini dilakukan di saat mediator Mesir sedang mengupayakan gencatan senjata, untuk mengakhiri pertempuran yang sudah berlangsung selama tujuh minggu.

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan 2.125 orang, sebagian besar warga sipil, termasuk lebih dari 490 anak-anak, telah tewas di Gaza sejak perang berkecamuk 8 Juli. Sementara 64 tentara Israel dan empat warga sipil di Israel telah tewas.

Para pejabat Palestina mengatakan gedung apartemen berlantai 13 itu dihuni oleh 70 keluarga. Tak hanya sebagai tempat tinggal, salah satu bangunan tertinggi di Gaza ini juga berfungsi sebagai kantor dan kompleks perbelanjaan.

Seorang saksi mengatakan ratusan warga di rumah-rumah di sekitar gedung tertinggi ini terpaksa dievakuasi untuk menghindari jatuhnya korban akibat bangunan runtuh.

Serangan terhadap gedung perkantoran itu terjadi setelah ratusan roket dari Gaza meluncur ke Israel. Lebih dari 130 roket dan bom mortir ditembakkan dari Gaza dan mengakibatkan seorang warga sipil Israel terluka.

Meskipun kekerasan terus terjadi, ada tanda-tanda bagi kedua belah pihak yang bertikai menuju gencatan senjata baru. (Ism)

Beri Komentar