Hasil Testpack Negatif Tapi Saat USG Ternyata Hamil, Ini Sebabnya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 31 Maret 2020 12:04
Hasil Testpack Negatif Tapi Saat USG Ternyata Hamil, Ini Sebabnya
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Dream - Beberapa ibu mengalami kegalauan saat tes kehamilan dan hasilnya negatif. Pasalnya, haid sudah telat beberapa hari dan tubuh terasa sangat tidak nyaman. Kondisi ini tentunya membingungkan.

Memeriksakan diri ke dokter kandungan, jadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Pada beberapa kasus, hasil testpack bisa saja salah, menunjukkan tanda negatif tapi sebenarnya hamil.

Kondisi tersebut false negative atau negatif palsu. Faktanya, hasil testpack negatif palsu lebih sering terjadi daripada positif palsu. Untuk itu, sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan beberapa kali dengan berbagai merek testpack yang berbeda.

Mengapa hasil testpack bisa salah? Banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Pertama, jika tes dilakukan terlalu awal. Jika telat haid, coba tunggu satu hingga dua minggu baru kemudian lakukan tes.

" Salah satu kesalahan umum yang dilakukan adalah menggunakan testpack terlalu awal. Pada awal kehamilan, tingkat hormon hCG sangat rendah dan bisa tidak terdeteksi dalam tes. Bahkan tes darah tidak dapat memberikan hasil yang akurat pada tahap awal," kata dr. Asmita Kaundal, spesialis kandungan, dikutip dari MomJunction.

 

1 dari 4 halaman

Periksa Kemasan

Penyebab kedua hasil testpack negatif palsu adalah tidak menunggu reaksi sesuai dengan petunjuk. Setelah alat dimasukkan ke urine, harus menunggu selama beberapa menit.

" Baca instruksi untuk mengetahui waktu reaksi yang diberikan pada alat tes. Bisa bervariasi dari tiga hingga sepuluh menit.

Penyebab ketiga adalah urine terlalu encer. Hal ini juga sangat berpengaruh. Usahakan untuk melakukan tes pada pagi hari setelah bangun tidur. Dalam kondisi tersebut urine sangat pekat. Jika hamil, level hormon hCG yang terdapat pada urine sangat tinggi.

Keempat, selalu periksa kemasan testpack. Jangan sampai menggunakan alat yang kedaluwarsa, karena keakuratannya akan turun drastis. Begitu juga jika kemasannya rusak, sebaiknya beli yang baru.

2 dari 4 halaman

Testpack Positif Tak Jaminan Hamil, Simak Penjelasannya

Dream - Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan dan menginginkan buah hati, telat datang bulan disertai hasil test pack postif tentu jadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Memang, dengan alat praktis tersebut, hamil atau tidak bisa diketahui dalam hitungan detik saja.

Tapi ternyata hasil test pack tak bisa dijadikan acuan. Ibu tetap harus berkonsultasi dengan dokter kandungan dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pasalnya, test pack positif belum tentu hamil bayi.

" Ada beberapa penyakit saat kehamilan yang mungkin didapat oleh seorang wanita bila dia mendapatkan test pack positif, salah satunya adalah mola pregnancy atau kehamilan mola.
Sebenarnya apa sih kehamilan mola? Penyakit ini disebut juga kehamilan anggur karena memang bentuknya mirip anggur," ungkap dr Kartika Hapsari SpOG.

3 dari 4 halaman

Hamil Anggur

Dokter Kartika menjelaskan, kehamilan anggur terjadi karena proses pembuahan yang tidak sempurna antara sperma dan sel telur, sehingga bukan bayi yang terbentuk. Ada tanda-tanda yang biasanya muncul, yaitu biasanya ibu akan mengalami pendarahan dan rahim yang membesar tidak sesuai dengan usia kehamilannya.

" Untuk mengetahuinya kondisi kehamilan ini dapat didiagnosa dengan USG terutama trimester 1 atau 3 bulan pertama kehamilan," ujar dr. Kartika.

Penyebab kehamilan mola ini sampau saat ini belum diketahui secara spesifik. Dari beberapa teori, menurut penjelasan dr. Kartika, kehamilan anggur salah satunya bisa terjadi karena kurangnya asupan nutrisi, seperti asam fola. Lalu, saat ibu hamil di usia kurang dari 20 tahun atau di atas 40 tahun.

 

4 dari 4 halaman

Pemeriksaan USG

Pengobatannya sendiri harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih detail untuk mengetahui kondisi ibu.

" Pengobatan pada mola adalah melakukan evakuasi mola atau kuretase, dan yang paling penting adalah melakukan pengecekan kadar titer hormon BHCG dalam darah. Oleh karena itu biasanya setelah mengalami kehamilan mola pasien tidak disarankan hamil kembali selama 1 thn untuk dilakukan pengecakan berkala titer hormon BHCG untuk mengetahui apakah kehamilan molanya tidak bersifat keganasan atau kanker,"

Jadi, dokter Kartika sangat menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan USG pada awal-awal kehamilan. Hal ini untuk mengetahui kondisi kehamilan dan janin secara sepesifik.
Selengkapnya baca di sini.

Sumber: dr. Kartika Hapsari SpOG

Beri Komentar