Konflik Iran-AS, Garuda Indonesia Alihkan Rute Penerbangan ke Eropa

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 9 Januari 2020 14:48
Konflik Iran-AS, Garuda Indonesia Alihkan Rute Penerbangan ke Eropa
Pengalihan rute dijalankan agar operasional Garuda Indonesia berjalan normal.

Dream - PT Garuda Indonesia Airline (Persero) Tbk memastikan penerbangan dari dan menuju Eropa tetap berjalan normal namun rute penerbangan dialihkan tidak melewati Iran. Kepastian ini diberikan larangan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) untuk melintas di kawasan udara Iran.

Seperti diketahui konflik Iran dan Amerika Serikat memanas setelah serangan ke pangkalan militer Amerika di Irak. 

" Garuda Indonesia menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa dari yang sebelumnya melewati wilayah udara Bucharest dialihkan ke wilayah udara Mesir dan Yunani," ujar Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia, Tumpal M. Hutapea, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Tumpal mengatakan dengan pengalihan tersebut, layanan Garuda Indonesia dapat berjalan dengan normal. Perusahaan juga terus memantau perkembangan kondisi di wilayah udara Iran dan sekitarnya

" Serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek safety and security operasional Garuda Indonesia tetap terjaga," kata Tumpal.

1 dari 5 halaman

Video Detik-Detik Pesawat Ukraina Terbakar dan Jatuh Meledak di Iran

Dream - Sebuah pesawat Boeing 737 jatuh di Teheran, Iran, pada Rabu dini hari waktu setempat. Pesawat yang dioperasikan maskapai penerbangan Ukraine International Airlines memuat 176 orang terdiri dari 167 penumpang dan 9 kru, sebelumnya dilaporkan 180 orang.

Humas Senior Bandara Internasional Imam Khomeini, Ali Khashani, mengatakan pesawat itu sedang terbang menuju Kiev. Tetapi pesawat terbakar beberapa saat usai lepas landas lalu jatuh di sekitar Parand, kawasan Robat Karim, Provinsi Teheran, seperti dilaporkan Press TV.

Menurut Khasani, diduga pesawat mengalami masalah teknis. Akibat insiden tersebut, seluruh penumpang dinyatakan tewas.

Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Reza Jafarzadeh, mengatakan tim penyelamatan telah digerakkan ke lokasi jatuhnya pesawat.

Kepala Layanan Darurat Medis Iran, Pir-Hossein Koulivand, memberikan konfirmasi seluruh orang yang ada di pesawat telah meninggal. Dia mengatakan tim gawat darurat kini sedang bekerja mengumpulkan jenazah.

2 dari 5 halaman

Ini Videonya

Detik-detik insiden tersebut sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Twitter Bahman Kalbasi, @BahmanKalbasi, terlihat cahaya kuning di langit Teheran yang gelap.

Cahaya itu berasal dari pesawat yang terbakar. Pesawat terus menunjukkan pergerakan menjauh dari Bandara Imam Khomeini.

Sempat terjadi letupan pada pesawat tersebut. Beberapa detik kemudian, pesawat jatuh dan meledak, menimbulkan cahaya terang di langit.

3 dari 5 halaman

Pesawat Ukraina dengan 180 Penumpang Jatuh di Iran

Dream - Pesawat maskapai Internasional Ukraina dikabarkan jatuh di dekat Bandara Imam Khomeini, Teheran, Iran, Rabu 8 Januari 2020. Di dalam pesawat ini terdapat 180 penumpang.

Menurut laman Al Jazeera yang mengutip media Iran, ISNA, pesawat berjenis Boeing 737-800 tersebut jatuh di dekat Parand, barat daya Teheran. Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas. Belum ada laporan langsung mengenai kondisi korban.

Menurut pelacak penerbangan Flighradar24, Ukraine International Airline Flight 752 dijadwalkan lepas landas pukul 05:15 waktu Teheran menuju ke Bandara Internasional Boryspil di ibukota Ukraina Kyiv.

Pesawat sempat tertunda. Dari data yang didapat, pesawat baru bisa lepas landas pukul 06:12.

Kantor berita Iran, ISNA membagikan cahaya redup samar dalam gelap tak lama sebelum bola api besar terlihat.

4 dari 5 halaman

Terjadi Setelah Serangan Iran ke Pangkalan AS

Foto-foto yang diunggah secara online oleh ISNA juga menunjukkan puing-puing pesawat yang tersebar di seluruh tanah, ketika personel darurat memeriksa daerah tersebut.

" Tim investigasi dari departemen penerbangan nasional dikirim ke lokasi setelah berita itu diumumkan. Kami akan memberikan informasi dalam pernyataan resmi mendatang," Reza Jafarzadeh, juru bicara Organisasi Penerbangan Iran.

Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan balasan ke dua ke pangkalan Amerika Serikat di Irak.

5 dari 5 halaman

Iran-AS Memanas, Fasilitas Militer Amerika di Irak Digempur

Dream - Iran tampaknya tidak main-main dengan ancaman serangan balas dendam kepada Amerika Serikat. Garda Revolusi Iran menggempur pangkalan udara AS di Provinsi Anbar, Irak selatan pada Selasa, 7 Januari 2020 petang.

Serangan tersebut dilancarkan beberapa jam usai pemakaman jenazah Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Jenderal Qasem Soleimani.

Puluhan rudal ditembakkan ke pangkalan udara strategis dan serangan tersebut dibenarkan oleh pejabat AS.

Garda Revolusi menyerukan penarikan militer AS dari negara-negara di Jazirah Arab. Selain itu, militer Iran tersebut juga menyatakan tidak akan memberikan perlakuan berbeda antara AS dan Israel.

" Kami peringatkan kepada seluruh sekutu AS yang menyediakan pangkalan bagi pasukan teroris (Amerika)... bahwa setiap negara yang menjadi asal serangan agresif dalam segala bentuk terhadap Republik Islam Iran akan menjadi target," demikian pernyataan Garda Revolusi, dilaporkan Press TV.

Garda Revolusi juga menyatakan akan merilis lebih rinci mengenai serangan yang terjadi.

Beri Komentar