Hore! Minggu Depan, Tarif Pesawat LCC Rute Domestik Diumumkan

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 21 Juni 2019 13:36
Hore! Minggu Depan, Tarif Pesawat LCC Rute Domestik Diumumkan
Seluruh maskapai pengelola penerbangan LCC sepakat menurunkan tarif rute domestik.

Dream - Pengelola maskapai penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carier/LCC) sepakat menurunkan tarif rute domestik. Ditargetkan penurunan itu akan diumumkan pekan depan.

Rencana penurunan tarif pesawat LCC itu disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta Dirut PT lion Air Group Rudy Limengkewas dan Staf Khusus Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol.

Hadir pula dua direksi pengelola Bandara di Indonesia, Dirut PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi dan Dirut PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

“ Ini satu hal yang baik, marilah kita tunggu dalam satu minggu ini para airlines akan mengumumkan dengan dasar arahan-arahan Bapak Menko Perekonomian,” kata Budi Karya mengutip laman Setkab.go.id.

Budi Karya memastikan para pemangku kepentingan di bidang penerbangan LCC telah berupaya merespon permintaan masyarakat. Hasilnya, pemerintah dan seluruh pihak menyimpulkan kebijakan untuk memberlakukan penurunan tiket penerbangan LCC (low cost carier) domestik untuk jadwal penerbangan tertentu.

 

1 dari 5 halaman

Maskapai Diberi Insentif

 Penurunan Harga Tiket Pesawat Tunggu Keputusan Bersama?

Selain penurunan tarif disepakati juga tiga rumusan kebijakan terkait penerbangan domestik dalam Rakor tersebut.

Kesimpulan pertama adalah pemerintah dan pihak terkait tengah memfinalisasi kebijakan untuk memberlakukan penurunan harga tiket penerbangan LCC domestik. Diharapkan kebijakan itu bisa memenuhi harapan masyarakat akan penurunan harga tiket pesawat.

" Kebijakan ini akan berlaku efektif dalam satu minggu kedepan."

Selain maskapai, kesepakatan kedua adalah komitmen untuk menurunkan biaya terkait operasional penerbangan yang akan dilakukan pengelola Bandara, penyedia bahan bakar, dan maskapai.

Upaya ini diharapkan bisa menjaga keberlangsungan industri angkutan udara.

Dari sisi pemerintah, Rakor tersebut menyepakati adanya kebijakan pemberiaan insentif untuk membantu efisiensi biaya di maskapai. Keringanan itu diberikan berupa insentif fiskal atas jasa persewaan, perawatan, dan perbaikan pesawat udara, jasa persewaan pesawat udara dari luar daerah pabean, impor, penyerahan atas pesawat udara dan suku cadangnya.(Sah)

2 dari 5 halaman

Baru Efektif Sepekan Setelah Diumumkan

Dream – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) kembali mengambil kebijakan baru untuk mengatasi tingginya tarif pesawat. Setelah menurunkan tarif batas atas (TBA), pemerintah akan menurunkan tarif tiket untuk maskapai penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) khusus domestik.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 20 Juni 2019, Menteri Kooorinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan penurunan harga tiket LCC ini nantinya hanya berlaku untuk jadwal penerbangan tertentu.

Tak semua rute penerbangan LCC akan diberlakukan ketentuan penurunan tarif tiket pesawat.

“ Dari diskusi tadi, sebetulnya sudah semakin mendekati batas yang bisa dicapai karena di satu pihak pemerintah ingin merespons harapan-harapan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah melihat keberlangsungan industri penerbangan, telah diambil kesimpulan dan merumuskan kebijakan penurunan harga tiket penerbangan dari LCC,” kata Darmin di Jakarta.

Dia mengatakan dampak kebijakan ini baru tidak bisa dilihat secara langsung setelah ditetapkan pemerintah hari ini. Sebab, pelaksanaan dari kebijakan ini baru akan dilaksanakan efektif seminggu kemudian setelah diumumkan oleh masing-masing maskapai.

3 dari 5 halaman

Ada yang Sedang Difinalisasi

Darmin mengatakan ada beberapa langkah yang sedang difinalisasi pemerintah untuk membantu efisiensi biaya industri penerbangan.

Salah satunya adalah menekan beberapa komponen yang bisa meningkatkan tarif penerbangan melambung.

Contoh komponen itu adalah harga bahan bakar avtur.

" Untuk menjaga keberlangsungan industri yang saya singgung semua pihak komitmen untuk sama sama turunkan biaya, tidak satu pihak saja," kata dia.

4 dari 5 halaman

Heboh Tiket Pesawat Rp21 Juta, Kemenhub: Tegur Penyedia Aplikasi

Dream - Kementerian Perhubungan meminta maskapai pesawat terbang menegur aplikasi perjalanan yang menawarkan harga yang tak masuk akal.

“ Karena yang muncul di layar aplikasi konsumen, harga tiket jadi tidak masuk akal. Kalau maskapai tidak diingatkan untuk menegur mitra mereka, ini akan merugikan reputasi maskapai sendiri, sekaligus membuat calon penumpang menjerit,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti di laman resmi , Jumat, 31 Mei 2019.

Polana mengatakan, harga tiket pesawat di musim liburan dan Lebaran 2019 misalnya, kerap membuat publik bingung. Kondisi ini dikhawatirkan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan dalam industri penerbangan.

Tiket yang dijual di aplikasi bukanlah tiket penerbangan langsung sesuai tujuan. Untuk rute Bandung tujuan Medan misalnya, tiket yang ditawarkan melalui transit Denpasar dan Jakarta, baru terbang ke Medan, sehingga harganya pun melambung. Harga termurah penerbangan ini mencapai Rp13.400.700 dan termahal Rp21.920.800.

Sementara untuuk Jakarta-Makassar penerbangan yang ditawarkan harus transit melalui Jayapura, baru terbang lagi ke barat dari Jayapura ke Makassar, dan harga jualnya mencapai Rp24.576.400.

Polana melanjutkan, layanan aplikasi penjualan tiket menawarkan pilihan sesuai dengan rute dan tanggal yang sudah dipilih oleh konsumen atau calon penumpang.

Tetapi, pada musim-musim ramai seperti liburan Lebaran, penerbangan langsung untuk tanggal-tanggal favorit biasanya sudah tidak tersedia.

Konsumen yang hendak terbang ke tujuan langsung biasanya akan disodori pilihan penerbangan dengan sistem transit.

5 dari 5 halaman

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pindah Naik Kapal Laut

Dream – Semenjak harga tiket pesawat udara melambung, banyak masyarakat pemudik beralih menggunakan moda transportasi lain. Salah satunya adalah mudik dengan kapal laut.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, optimistis kondisi mahalnya tiket pesawat akan meningkatkan pengguna transportasi laut.

“ Saat mudik tahun ini, pasti ada kenaikan pengguna moda kapal laut,” kata Djoko melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 27 Mei 2019.

Dikatakan bahwa pada 2018 ada 1.293 kapal yang dioperasikan untuk angkutan mudik. Kapal ini memiliki kapasitas angkut 3,42 juta orang.

“ Tentunya tahun ini kebutuhan akan kapal laut bisa melonjak tajam untuk rute tertentu,” kata dia.

Djoko mengatakan sejumlah perantau yang berasal dari Kalimantan diperkirakan paling banyak menggunakan kapal laut menuju Pulau Jawa. Kapal-kapal itu akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik