Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 31 Agustus 2019 16:03
Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat
Dia juga yakin Jakarta bisa menjadi pusat bisnis global.

Dream – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, optimistis pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur takkan menghambat pertumbuhan ekonomi Jakarta. Malah, dia menyebut kota ini akan menjadi pusat bisnis global.

“ Meskipun Jakarta menjadi atau tidaknya sebagai ibu kota, perekonomian di Jakarta akan tetap maju dan menjadi pusat bisnis global,” kata Anies di Jakarta, Jumat 30 Agustus 2019.

Dia akan menunggu arahan dari pemerintah pusat, terutama untuk area perkantoran instansi pusat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yakin, area itu akan disulap menjadi tempat yang bermanfaat untuk perekonomian.

“ Tapi saya percaya, bahwa lahan-lahan yang semula digunakan perkantoran itu akan menjadi tempat kegiatan yang berdampak juga bagi perekonomian dan lingkungan nantinya,” kata Anies di Jakarta.

Dia menyebut bisa saja area perkantoran diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk Jakarta.

“ Ini saya juga mengusulkan sebagian bisa menjadi taman kota. Sehingga satu adalah efek lingkungan hidupnya baik, yang kedua yang untuk komersial itu akan menggerakkan perekonomian,” kata dia.


(ism, Laporan: Vika Novianti Umar)

1 dari 5 halaman

Ibu Kota Pindah, Anies Dorong Jakarta Simpul Ekonomi Global

Dream – Ibu kota negara resmi pindah ke Kalimatan Timur, yaitu di Kabupaten Paser Penajam dan Kutai Kartanegara. Pemerintah provinsi Jakarta juga tak cemas dengan nasib daerah ini setelah “kehilangan” status ibu kota.

" Apapun keputusan mengenai ibu kota, kami dorong Jakarta menjadi simpul perekonomian global. Jakarta akan tetap jadi pusat perekonomian tidak ada pergeseran,” kata Gubernur  DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 27 Agustus 2019.

 © Dream

Walaupun dipindah, Anies memastikan pembangunan di Jakarta terus berlanjut. Dia akan mendorong Jakarta menjadi simpul perekonomian global.

Anies mengatakan rencana pembangunan yang disebut urban regeneration ini merupakan pembangunan Jakarta dari sisi transportasi, pemerataan air bersih sampai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya. Rencananya, pembangunan ini akan ditargetkan selesai pada 2030.

" Jadi, ibu kota, pusat pemerintahan, memang direncanakan berada di Kalimantan Timur. Tetapi kegiatan pembangunan di Jakarta tidak otomatis berhenti. kami terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas umum,” kata dia.

(Laporan: Vika Novianti Umar)

2 dari 5 halaman

Sah! Ibu Kota Baru Indonesia di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Kaltim

Dream – Ibukota Indonesia dipastikan akan diboyong dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Presiden Joko Widodo menyatakan dua lokasi di Kalimantan Timur yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, akan menjadi ibu kota baru Indonesia. 

“Bahwa lokasi ibukota yang paling ideal adalah di sebagian kabupaten Penajam Paser utara dan kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan ada lima alasan dua kabupaten tersebut dikarenakan daerah tersebut relatif minim terjadi musibah bencana alam. 

Alasan lainnya adalah letak provinsi Kaltim berada di tengah-tengah Indonesia. Dua kabupaten itu juga berada di wilayah perkotaan yang sudah berkembang seperti Balikpapan. 

Infrastruktur yang berada di sekitar lokasi caloni ibukota baru juga relatif lengkap. Dan terakhir, pemerintah telah memiliki lahan seluasa 180 ribu hektare (Ha).

Sekadar informasi, sinyal ibukota negara pindah ke Kalimantan memang sudah muncul sejak Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2019 lalu. Malah, Jokowi sempat meminta izin kepada DPR saat sidang tahunan untuk memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan.

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya banggakan, pada kesempatan yang bersejarah ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan,” kata dia di Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Adapun desain ibukota anyar pun beredar. Nantinya ibu kota ini ramah lingkungan dan menjadi smart city. Di sana, akan juga dibangun transportasi publik seperti MRT.

Beredar juga daerah-daerah yang digadang-gadang sebagai calon kuat ibu kota pengganti Jakarta. Misalnya, Bukit Soeharto dan Samboja. Kemunculan nama Samboja ini berasal dari usulan Pemprov Kalimantan Timur saat melakukan audiensi ke pemerintah pusat. Selain Samboja, daerah lain yang diusulkan adalah Sotek, di Penajam Paser Utara. Kedua kawasan itu, memiliki areal yang cukup luas.

“Pilihan wilayah tersebut juga menegaskan Indonesia sebagai negara maritim,” kata pejabat Bappeda Kalimantan Timur, Yusliando, dikutip dari setkab.go.id.

3 dari 5 halaman

Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur

Dream – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil, telah mengkaji beberapa wilayah untuk menjadi ibu kota baru. Salah satu provinsi yang hampir pasti menjadi lokasi baru ibu kota Indonesia Kalimantan Timur.

“Kalimantan timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” kata Sofyan di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 22 Agustus 2019.

Menurut Sofan pemerintah memerlukan lahan sekitar 3 ribu hektare untuk pembangunan tahap pertama. Total lahan yang dibutuhkan untuk menamping ibu kota baru itu mencapai sekitar 200 ribu—300 ribu hektare (Ha).

“Untuk core pertama, itu sekitar 3 ribu hektare. Setelah itu, luasannya 200 ribu—300 ribu hektare sehingga bisa dibuat kota taman, kota yang indah, banyak tamannya. Orang bisa hidup sehat, udaranya sehat. Kami mengharapkan kota ini berkembang menjadi kota yang menarik,” kata Sofyan.

Dia mengatakan, begitu lokasi ibu kota ditetapkan, pemerintah akan segera mengunci lahan untuk menghindari spekulan tanah.

Rencananya, gedung-gedung yang pertama kali dibangun di ibu kota baru itu adalah kantor presiden, kantor menteri dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

" Begitu diputuskan lokasinya (ibu kota baru) di mana, (langsung) kita kunci. Tentu yang pertama dibangun kantor presiden, kantor menteri, DPR juga beberapa lainnya," kata dia.(Sah)

4 dari 5 halaman

4 Alasan Penajam & Kutai Kartanegara Jadi Ibu Kota Baru Pengganti Jakarta

Dream – Jokowi memutuskan ibu kota negara pindah di Kalimantan Timur, yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kertanegara. Dua daerah ini dipilih dengan berbagai pertimbangan.

“Lokasi ibu kota baru paling ideal adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara,” kata Jokowi di Jakarta, Senin 26 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan, ada empat alasan mengapa dua daerah ini dipilih. Pertama, PPU dan Kutai Kertanegara tergolong daerah yang minim risiko bencana, seperti gempa bumi, kebakaran hutan, letusan gunung berapi, dan tanah longsor.

“Kedua, lokasi strategis berada di tengah-tengah Indonesia,” kata presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebur.

Yang ke tiga, lanjut mantan wali kota Solo ini, Kutai Kertanegara dan PPU berada di dua tengah kota yang sedang berkembang, yaitu Samarinda dan Balikpapan. “Ke empat, sudah memiliki infrastruktur yang lengkap,” kata Jokowi.

5 dari 5 halaman

Anies: Pembangunan di Jakarta Tetap Dilanjutkan

Dream - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah perpindahan Ibu Kota Negara baru ke Kalimantan Timur. Dia berlasan pemindahan Ibu Kota baru itu karena beban Pulau Jawa khususnya DKI Jakarta yang sudah semakin berat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menanggapi pemindahan Ibu Kota Negara tersebut. Dia menjawab, meski Ibu Kota Negara dipindah, pembangunan Jakarta tetap berjalan.

“Kan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, nah untuk pembangunan di Jakarta tetap akan dilanjutkan, tidak berhenti,” ungkap Anies, di acara peresmian Jakarta Art Week 2019, Stasiun MRT Istora-Mandiri, Senin 26 Agustus 2019.

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Dream.co.id/Salmafina)© Dream

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Dream.co.id/Alfi Salima Puteri)

Anies juga mengungkapkan pembangunan di Jakarta akan dipercepat sebelum pemindahan ibu kota dilakukan.

“Diharapkan target selesai pembangunan di Jakarta tahun 2030,” ujar Anies.

Anies menjelaskan, tahap pembangunan Jakarta yang menurutnya akan dibagi menjadi tiga fase, yaitu 2019 hingga 2022, 2022 hingga 2025 dan 2025 hingga 2030.

Laporan : Alfi Salima Puteri

Beri Komentar