Ilustrasi
Dream - Diwarnai sikap pemodal yang berhati-hati memaknai sentimen krisis Yunani, bursa saham Indonesia akhirnya bisa menutup perdagangan di zona hijau. Aksi beli pemodal asing yang lebih besar dari perdagangan kemarin ikut menjadi indeks saham acuan di zona positif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 11 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,744 poin (0,43%) ke level 172,066.
Kenaikan ISSI didorong menguatnya harga saham dari 77 emiten syariah. Sebaliknya, jumlah emiten yang mencetak koreksi justru lebih mendominas sebanyak 91 emiten. Sisanya, 68 emiten melaju stagnan dan 85 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 26,04 miliar saham bernilai Rp 3,39 triliun.
ISSI sepanjang perdagangan kali ini memang cukup nyaman di zona hijau. Sentimen positif suntikan modal pemerintah pada BUMN membuat pemodal memburu saham-saham pelat merah.
Indeks acuan berisi sekitar 300 saham syariah ini hanya menyentuh level terendah di 171,519 dan tertinggi 172,462.
Penguatan signifikan dicetak saham-saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menguat 5,127 poin (0,73%) ke level 712,137.
Papan perdagangan JII didominasi saham-saham yang bergerak menguat sebanyak 18 emiten. Aksi jual masih menekan 8 emiten penghuni JII dan 4 lainnya bertahan stagnan.
Pelaku pasar memperjualbelikan 8,19 miliar saham dengan dana mencapai Rp 2,34 triliun.
JII masih belum bisa menciptakan rekor baru meski dilanda aksi beli. Rekor terakhir yang dicapai JII terjadi pada 23 Januari 2015 di level 716,727.
Saham-saham bluechips syariah langganan kembali menjadi buruan pelaku pasar. Top gainer kali ini dihuni oleh AALI yang menguat Rp 375, ITMG Rp 300, ASII Rp 250, UNVR Rp 175, dan UNTR Rp 125 per saham.
Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 15,045 poin (0,28%) ke level 5.336,519.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.345,081 dan terendah 5,327,893. IHSG diwarnai 123 emiten yang melaju positi dan 161 lainnya terserang aksi jual.
Lantai bursa kali ini diwarnai aksi jual beli 53,71 miliar saham bernilai Rp 5,07 triliun.
Pemodal asing kembali aktif melakukan aksi beli saham. Dengan nilai lebih dari dua kali lipat, nett buy asing mencapai Rp 606 miliar.
Advertisement