Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia kembali tersungkur di pembukaan perdagangan awal pekan. Bergugurannya bursa saham regional menyeret indeks acuan saham syariah menutup perdagangan di zona negatif.
Sepinya transaksi jual beli saham semakin berat dengan aksi lepas saham investor asing yang masih tinggi. Nett sell asing tercatat menembus Rp 540 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 2,207 poin (1,51%) ke level 143,673.
Minimnya sentimen positif dengan surplus perdagangan Juli 2015 tak meredakan kecemasan pasar. ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona merah dengan level terendah di 143,628.
Aksi jual investor menyeret 153 emiten syariah menutup awal pekan di zona merah. Sementara 34 emiten ISSI masih bertengger di zona hijau dan 34 lainnya bertahan stagnan.
Kecemasan investor terlihat dari minimnya transaksi jual beli saham yang hanya mencetak nilai Rp 2,46 triliun. Sebanyak 30,31 miliar saham syariah jadi objek transaksi investor.
Koreksi juga tak bisa dihindari saham-saham bluechips syariah. Turun 9,224 poin (1,52%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah ke level 597,190.
Hampir seluruh penghuni JII, atau 24 emiten, berakhir dengan pelemahan harga saham. Sisanya, 3 emiten bergerak menguat dan 3 lainnya bertahan stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga terbenam seharian di zona negatif. Indeks JII hanya sanggup mencetak level tertinggi di 604,837 dan terendah di 595,626.
Saham-saham pencetak koreksi harga terbesar (top losser) dihuni oleh AALI yang turun Rp 950 per saham. Disusul INTP Rp 850, UNTR Rp 600, SMGR Rp 500, dan ASII Rp 250 per saham.
Top gainer bluechips syariah kali ini dihuni LPPF yang naik Rp 200, SILO Rp 200, dan KLBF Rp 50 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 74,913 poin (1,63%) ke level 4.510,478. Sebanyak 230 emiten di BEI ditutup melemah dan 59 lainnya berhasil menguat.
Lantai bursa saham sore ini hanya diguyur dana investor Rp 4,1 triliun dengan 40,98 miliar saham yang berpindahtangan.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah belum menunjukan adanya perbaikan. Kurs Dollar AS sore ini kembali mengamuk 47 poin (0,34%) ke level Rp 13.848 per dollar AS.