7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Perdagangan Saham Di Bursa Efek Indonesia (Antarafoto.com)
Dream - Perkembangan investasi syariah harus diakui masih menghadapi tantangan berat. Salah satunya adalah adanya pemikiran jika bermain saham, termasuk saham syariah, termasuk dalam perjudian.
" Memang masih banyak perbedaan pendapat soal saham syariah," kata Ketua Bidang Pasar Modal Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Iggi H Achsin dalam talkshow Festival Pasar Modal Syariah 2016, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016.
Menurut Iggi, Alquran memang mengajarkan umatnya untuk menghindari aktivitas riba dan maisir. Selain itu, ajaran Islam juga melarang umatnya melakukan aktivitas gharar atau yang bersifat spekulatif.
Namun dalam hal investasi saham syariah, Iggi yakin jika aktivitas ini tak bisa digolongkan dalam hal yang dilarang tersebut, apalagi sampai perjudian.
Iggi menjelaskan, perjudian biasanya berkaitan dengan keuntungan yang diterima seseorang akan menyebabkan kerugian pada pihak lain.
Dalam hal investasi saham syariah, lanjutnya, tidak ada pihak yang dirugikan jika investor melepas saham karena adanya kebutuhan mendesak.
Begitu pula dengan anggapan jika transaksi saham syariah identik dengan kegiatan spekulatif. Menurutnya, anggapan ini bisa dijelaskan dengan analogi tukang roti atau loper koran.
" Ambil contoh, pedagang loper koran atau roti. Dia harus menghabiskan stok yang dijual dengan mengambil keuntungan. Ini analoginya," kata dia.
Investasi di pasar modal syariah, jelas Iggi pada prinsipnya adalah menjalankan prinsip musyarakah.
Iggi pun berharap kegiatan sosialisasi terkait investasi saham syariah ini semakin gencar diberikan kepada masyarakat. Harapannya, perbedaan pendapat yang muncul bisa dihilangkan.
" Kenapa orang enggan investasi saham syariah karena mereka enggan dan tak mengerti," katanya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?