Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Pemerintah berencana membuka asuransi untuk pertanian pada bulan ini. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) bakal menjadi menjadi pilihan pemerintah untuk memberikan layanan tersebut kepada masyarakat.
" Dalam Undang-Undangnya begitu, hanya satu BUMN yang meng-cover asuransi pertanian ini. Dan pihak Jasindo katanya mau meng-cover sendiri," ujar Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dumoly Pardede di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2015.
Menurut Dumoly, konsorsium sejumlah perusahaan asuransi tidak diperlukan mengingat asuransi ini masih mencakup lahan pertanian untuk padi. Dengan cakupan asuransi ini, hanya OJK menganggap hanya dibutuhkan satu perusahaan asuransi.
" Kami tidak bisa paksa perusahaan asuransi ini konsorsium. Lagipula, sebelumnya kan asuransi untuk sawah dan teman-temannya. Sekarang, untuk awal, baru sawah dulu dan Jasindo saja sudah cukup," tegasnya.
OJK, lanjut Dumoly, sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN untuk merancang skema asuransi pertanian.
" Skema yang diterapkan adalah Asuransi Usaha Tani Padi yang 20 persen dibayar petani dan 80 persen dibayar pemerintah," jelasnya.
Untuk itu, Dumoly menyebutkan pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp 150 miliar yang mencakup 1 juta hektar lahan pertanian di tahun 2015.
" Kita perkirakan lahan yang berisiko, seperti kena banjir,gagal panen, hama, sekitar 1juta/tahun dari luaspanen 12,3 hektar atau 7,69 persen," tandasnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya