Temuan Jokowi Usai Dua Kali Jajal MRT Jakarta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 22 Maret 2019 14:35
Temuan Jokowi Usai Dua Kali Jajal MRT Jakarta
Dua hari lagi, MRT Jakarta akan diresmikan.

Dream – Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akhir pekan ini, Minggu, 24 Maret 2019, akan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelum peresmian, Jokowi telah lebih dari sekali menjajal moda transportasi baru di Jakarta tersebut.

“ Secara keseluruhan, MRT Jakarta siap untuk melayani masyarakat umum. Dua hari lagi,” kata dia di akun Instagramnya @jokowi, dikutip Dream, Jumat 22 Maret 2019.

Sebelum meresmikan MRT Jakarta lusa depan, Jokowi dan Ibu Negara, Iriana Jokowi sempat kembali menjajal kembali MRT. Pasangan nomor satu di Indonesia itu menumpangi MRT Jakarta dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Stasiun Lebak Bulus.

Dua kali menjajal MRT, Jokowi memberi beberapa catatan untuk perbaikan pelayanan moda transportasi tersebut.

Salah satu yang jadi perhatian presiden adalah masih perlunya penambahan papan penunjuk rute dan informasi di dalam gerbong MRT. Jokowi juga merasa jarak antara kereta dan platform masih terlalu lebar. 

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menyulitkan kaum disabilitas.

“ Semua kekurangan ini akan kami benahi,” kata dia.

Jokowi menyebut angkutan transportasi sudah terintegasi, yaitu TransJakarta dan MRT Jakarta. “ Masyarakat mudah beralih menggunakan layanan transportasi umum,” tulis dia.

 
 
 
View this post on Instagram

Selamat pagi. Tiga hari sebelum resmi beroperasi, saya kembali menjajal moda raya terpadu (MRT) bersama Ibu Negara. Kali ini, saya mencoba MRT sebagai penumpang pulang kantor. Maka, dari istana, pada jam lima sore, saya ke halte Monas, naik bis Transjakarta menuju halte depan Hotel Pullman, lalu menyeberang jalan ke Stasiun Bundaran Hotel Indonesia untuk berganti moda transportasi MRT ke Lebak Bulus. Apa yang saya temukan dalam tiga kali mencoba naik MRT Jakarta ini? Ada beberapa catatan, di antaranya, papan penunjuk rute dan informasi di dalam gerbong MRT masih kurang, dan jarak antara kereta dan platform masih terlalu lebar dan bisa menyulitkan kaum disabilitas. Semua kekurangan ini akan kita benahi. Yang jelas, bis dan MRT sudah terintegrasi. Masyarakat mudah beralih menggunakan layanan transportasi umum. Secara keseluruhan, MRT Jakarta siap untuk melayani masyarakat umum. Dua hari lagi.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on Mar 21, 2019 at 6:28pm PDT

1 dari 1 halaman

Komentar Warganet

Warganet berkomentar tentang unggahan Jokowi. Dikatakan bahwa transportasi ini bisa memangkas waktu tempuh.

“ Makasih, Pak. Waktu saya sama anak saya bertambah karena waktu perjalanan berkurang berkat MRT,” tulis @amandavalani.

Namun, ada juga yang menyebut jalak stasiun dengan halte TransJakarta lumayan jauh. “ Dari halte TransJakarta ke stasiun lumayan jalan kakinya,” tulis @supramuwati.

Ada juga yang memberikan catatan tentang MRT. Dikatakan bahwa platform dan kereta agak lebar. Plus, tak ada pemberitahuan bahwa pintu kereta akan segera ditutup.

“ Jika di negara tetangga apabila pintu kereta ingin ditutup, ada semacam bunyi-bunyi yang berulang. Tapi, ini belum saya sampaikan di @mrtjkt. Semoga semakin baik fasilitasnya. Bravo Pak @williamsabandar,” tulis @aldimarvy.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup