Jokowi Sindir BUMN Masih Jago Kandang

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 1 Maret 2016 16:01
Jokowi Sindir BUMN Masih Jago Kandang
Pemerintah berambisi menjadi BUMN mampu menyaingi Temasek dari Singapura

Dream - Perusahaan pelat merah menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Jokowi mendesak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak cuma jadi jago kandang.

" Kita juga ingin BUMN kita tidak hanya jago kandang tapi juga berani menyerang ke negara- negara yang lain dalam rangka mengembangkan kekuatan ekonomi nasional kita," kata Jokowi dikutip dari laman Setkab, Selasa, 1 Maret 2016.

Jokowi mengatakan dirinya ingin BUMN juga ikut menyerang negara lain dalam rangka mengembangkan kekuatan ekonomi nasional.

Untuk memenuhi ambisinya, Presiden bahkan memerintahkan agar kementerian terkait untuk membuat road map BUMN yang kuat dan lincah, serta berani bersaing di era persaingan kompetitif. Peta jalan itu diharuskan selesai dalam enam bulan mendatang.

" Saya meminta desain, sebuah peta jalan, untuk trayek dalam bentuk sebuah super holding atau holding atau dimulai dulu dengan virtual holding," harap Presiden.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menambahkan permintaan presiden tersebut dimaksudkan untuk menghindarkan BUMN dari praktik-praktik keliru yang pernah terjadi di perusahaan pemerintah.

Dari hasil kajian para menteri, ungkap Pramono, perampingan BUMN kemungkinan bisa dilakukan untuk sektor infrastruktur, perbankan, pertambangan, energi baru, dan ketahanan energi.

Pemerintah, lanjutnya, berharap keberadaan BUMN dalam jangka panjang bisa menjadi pesaing yang kuat dari perusahaan pelat merah negara tetangga seperti Temasek dari Singapura atau Khazanah dari Malaysia.

Beri Komentar