Sabet Rekor MURI, Janji Jiwa Punya 700 Outlet Kopi dalam Setahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 25 Desember 2019 07:30
Sabet Rekor MURI, Janji Jiwa Punya 700 Outlet Kopi dalam Setahun
Dalam setahun, outletnya tumbuh hingga ratusan toko.

Dream - Salah satu brand lokal Indonesia, Kopi Janji Jiwa, menyabet penghargaan rekor  “ Pertumbuhan Kedai Kopi Tercepat dalam Satu Tahun” dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Diketahui, kedai kopi ini telah memiliki cabang sampai 700 outlet hanya dalam kurun waktu setahun.

Penghargaan ini diberikan oleh Senior Manajer MURI, Andre Purwandono, kepada founder and CEO Kopi Janji Jiwa, Billy Kurniawan.

“ Sudah menjadi komitmen kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi para pecinta di seluruh Indonesia melalui segelas kopi Lokal terbaik kebanggaan kami, Janji Jiwa,” kata Billy di Jakarta, Jumat 23 Desember 2019.12.23

Billy mengatakan outlet pertama Janji Jiwa didirikan di ITC Kuningan pada 2018. Dalam “ Janji Jiwa”, terdapat “ janji” dari sang pendiri. Dia ingin menciptakan merek kopi yang enak dan sesuai dengan cita rasa klasik untuk para pecinta kopi di Indonesia.

Mengaku sebagai sosok yang passionate dengan dunia kopi, Billy menceritakan pembuatan minuman pahit ini senantiasa menjunjung tagline #kopidarihati. Dari moto tersebut, Billy memastikan setiap satu gelas kopi dibuat dengan hati dan tidak semata untuk menjual sebuah produk.

Di dalam kopi racikan para stafnya, Billy mengatakan, terdapat passion, skill dan beragam tanda kecintaan terhadap minuman tersebut.

“ Karena saya percaya sesuatu yang dimulai dari hati akan kembali ke hati,” kata dia.

Meski sudah memiliki ratusan outlet, Billy menargetkan bisa membangun 1000 outlet hingga pertengahan 2020. 

“ Semoga kopi janji jiwa lebih memperkenalkan lagi biji kopi lokal Indonesia ke dunia yang bersumber langsung dari petani serta dapat melayani pangsa pasar dengan menyajikan #kopidarihati sesuai dengan misi Kopi Janji Jiwa,” kata dia.

(Laporan: Diah Tamayanti)

1 dari 6 halaman

Ada Jay-Z dan Serena Williams di Kopi Kenangan

Dream - Kopi Kenangan mendapatkan tambahan modal seri A sebesar US$20 juta (Rp279,89 miliar). Suntikan modal ini didapat dari Arrive, Serena Ventures, pebasket Caris Levert, dan CEO Sweetgreen, Jonathan Neman.

Sequoia India menjadi pemimpin investasi seri A ini.

Sekadar informasi, Arrive merupakan anak usaha Roc Nation yang didirikan oleh rapper Jay-Z dan Serena Ventures oleh Serena Williams. 

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 23 Desember 2019, salah satu founder dan CEO Arrivem, Neil Sirni, takjub dengan perkembangan Kopi Kenangan. Dikatakan bahwa kedai kopi ini telah memperluas jaringan ke 18 kota dan punya 200 gerai. Kedai ini juga mempekerjakan 1.800 pegawai.

 



“ Kami bangga bisa menjadi investor dan mitra Kopi Kenangan dalam upaya mereka memperkenalkan kopi khas Indonesia ke dunia,” kata Sirni.

Sekadar informasi, Kopi Kenangan didirikan oleh Edward Tirnata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa.

Setahun lalu, Kopi Kenangan baru mengelola 16 toko dan menyajikan beberapa ribu gelas kopi per hari. Sekarang, kedai kopi grab n go itu memiliki lebih dari 200 gerai secara nasional dan menyajikan lebih dari tiga juta gelas kopi per bulan. 

Secara rata-rata, perusahaan membuka lebih dari satu gerai per hari. Perusahaan yang telah mencatatkan keuntungan ini juga menorehkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 20 kali lipat sejak menerima pendanaan seed round yang dipimpin Alpha JWC tahun lalu.

Edward berencana untuk memperluas bisnis kopi ke Asia Tenggara dan menambah lebih dari 1000 gerai dalam dua tahun ke depan.

“ Kami ingin membangun brand yang legendaris dan kami sangat senang dapat bekerja bersama para investor dan penasihat baru kami yang telah sukses membangun waralaba konsumen global di bidang olahraga, hiburan, makanan dan minuman, serta teknologi,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Terungkap, Rahasia Bisnis Kopi Kenangan Selalu Dibanjiri Pelanggan

Dream – Jika ditanya bisnis apa yang sedang menjamur selain online shop, kamu pasti akan sepakat salah satunya adalah kopi. Hampir di sudut kota kita bisa menemukan kedai kopi, kafe, atau sekadar warung kopi bertebaran di pinggir jalan.

Kopi telah naik status dari sekadar makanan penghilang kantuk menjadi gaya hidup. Banyak ditemukan anak muda hangout di kafe-kafe yang menyediakan kopi sebagai sajian utama.

Jika berbicara tren kopi, perhatian kita mungkin akan langsung tertuju pada salah satu merek minuman ternama, Kopi Kenangan.

Dikutip dari Merdeka.com, Rabu 2 Oktober 2019, CEO dan Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, menempuh cara khusus agar bisa menggaet pelanggan. Kafenya selalu menyediakan kopi dengan harga terjangkau. Dengan begitu, para pelanggan tak terbebani saat menyeruput minuman pahit tersebut. 

 

" Kita 22 September 2017 buka. Untuk tren kopi market sebenarnya semakin lama semakin ingin affordable," kata Edward di Jakarta.

Sejak awal dibuka pada 22 September 2017, Kopi Kenangan menawarkan harga yang relatif terjangkau. Misalnya untuk menu andalan 'Kopi Kenangan Mantan' dibanderol Rp18 ribu.

3 dari 6 halaman

Perhitungkan Kemampuan Pelanggan

Dari hasil survei kecil-kecilan, Kopi Kenangan menetapkan harga segelas kopi Rp18 ribu. Harga itu sudah memperhitungkan kemampuan pelanggan untuk membeli kopi. Angka ini juga mempertimbangkan upah minimum regional (UMR).

" Karena kebanyakan masyarakat tidak bisa konsumsi kopi harga Rp40 ribu—Rp50 ribu," kata dia.

Edward mengatakan, harga segelas kopi bisa saja seharga Rp40 ribu jika UMR Indonesia tinggi. “ Kamu melakukan kalkulasi dengan UMR sekarang. Harga yang cocok sekitar Rp18 ribu,” kata dia.

Diharapkan dengan harga yang demikian semua golongan masyarakat, terutama penyuka kopi dapat menikmati kopi lebih sering. " Dengan harga (kopi kenangan) di bawah Rp20 ribu orang bisa minum kopi tiap hari, paling tidak 2-3 kali seminggu lah," kata dia.

4 dari 6 halaman

Dikucuri Rp283 Miliar, Kopi Kenangan Incar Pasar Asia Tenggara

Dream – Peritel kopi “ grab n go”, Kopi Kenangan, mendapatkan suntikan dana seri A senilai US$20 juta atau sekitar Rp283,34 miliar, dari Sequoia India. Berbekal dana segar itu, perusahaan ini akan melebarkan sayapnya hingga ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Dikutip dari Tech in Asia, Kamis 27 Juni 2019, dengan investasi ini, Kopi Kenangan akan mengakselerasi pertumbuhannya dengan membuka 150 toko hingga akhir 2019. Kemudian, ada 1.000 toko yang ditargetkan akan dibuka hingga 2021.

 

 

Kini, Kopi Kenangan memiliki 80 toko di delapan kota dan telah melayani pembelian 1 juta gelas kopi setiap bulan.

“ Indonesia adalah negara eksportir kopi terbesar ke empat di dunia, namun konsumsi kopinya per kapita paling rendah karena tidak ada rantai kopi terbesar yang bisa menjangkau cita rasa lokal,” kata Cofounder dan CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, di Jakarta.

Edward mengatakan perusahaannya akan melebarkan sayapnya hingga ke Asia Tenggara, seperti yang diberitakan Liputan6.com.

5 dari 6 halaman

Didirikan Tahun 2017

Kopi Kenangan didirikan pada 2017 oleh Edward Tirtanata dan James Prananto. Peritel yang memiliki menu andalan “ Kopi Kenangan Mantan” ini mempermudah konsumen untuk menikmati kopi.

Kopi Kenangan membuat aplikasi untuk memesan kopi sehingga pembeli bisa membelinya dari sana. Atau, pembeli juga bisa memesan Kopi Kenangan melalui GrabFood atau Go-Food.

Edward mengatakan perusahaannya membawa kopi berkualitas tinggi yang dibuat dengan bahan-bahan yang paling segar yang tersedia secara lokal, kepada konsumen di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

6 dari 6 halaman

Terpincut Kopi Kenangan

Sequoia Indonesia tertarik dengan Kopi Kenangan tentang caranya berbisnis. Pendanaan ini bermula dari pembicaraan para pendiri dengan perusahaan investasi itu pada April 2019.

“ Kami terkesan dengan Kopi Kenangan yang senantiasa berfokus pada pengalaman pelanggan, yang merupakan kunci untuk membangun consumer brand yang berkelanjutan. Pemahaman mendalam tim tentang cita rasa lokal dan fokus dalam membangun pengalaman baru berbasis teknologi membuat mereka tampil beda,” kata Managing Director Seqouoia Capital, Shailendra Singh.

Shailendra mengatakan Kopi Kenangan merupakan ritel kopi non waralaba dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

“ Sequoia membantu para perintis membangun perusahaan legendaris, dari ide hingga IPO dan seterusnya. Sequoia India beroperasi di Asia Tenggara dan India, di mana kami secara aktif bermitra dengan pendiri dari berbagai perusahaan, dari berbagai macam kategori,” kata dia.

Sebelumnya Kopi Kenangan telah mendapat pendanaan institusional pertamanya sebesar US$8 juta (Rep113,35 miliar) pada Oktober 2018 dari Alpha JWC Ventures yang berbasis di Indonesia. Alpha JWC Ventures adalah perusahaan modal ventura (venture capital) di Asia Tenggara dengan fokus utama memperkuat startup yang berbasis di Indonesia.

(Sumber: Liputan6.com/Nurmayanti)

Beri Komentar