Kekurangan Penduduk, Pengantin Baru di Negara Ini Diberi Subsidi Rp 85 Juta

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Selasa, 22 September 2020 17:12
Kekurangan Penduduk, Pengantin Baru di Negara Ini Diberi Subsidi Rp 85 Juta
Begini syarat bagi para pengantin yang ingin mendapat bantuan.

Dream - Setiap pasangan yang berencana untuk menikah terkadang terhalang biaya. Salah satu yang membuat mereka menunda impian membangun biduk rumah tangga adalah biaya pernikahan yang terus naik stiap tahunnya.

Namun pasangan di negara ini bisa bernapas lega mulai sekarang. Baru-baru ini pemerintah Jepang menjanjikan akan memberikan bantuan untuk para pengantin baru yang bersedia tinggal di kota.

Mereka akan menerima bantuan sejumlah Rp 85 juta untuk membayar sewa rumah dan biaya kebutuhan hidup rumah tangga lainnya.

 

1 dari 2 halaman

Alasan Dibalik Program Bantuan Pemerintah

Jepang menjanjikan bantuan bagi warganya yang hendak menikah© Pexels.com

Program dukungan bagi para pengantin baru Jepang ini diumumkan pemerintah awal minggu lalu. Direncanakan program tersebut akan mulai diimplementasikan pada April 2021 mendatang,

Pemerintah mengambil langkah yang cukup mengejutkan lantaran angka kelahiran di negara tersebut sangat rendah. 

Dalam survey yang diadakan National Institute of Population and Social Security Research, terdapat 29,1 persen pria lajang berusia 25 hingga 34 tahun dan 17,8 persen wanita lajang yang mengaku kurangnya dana pernikahan sebagai alasan mereka tetap tidak menikah.

Oleh karenanya, masyarakat Jepang cenderung menikah di usia yang sudah tidak produktif, bahkan enggan menikah. Pihak pemerintah berusaha meningkatkan angka kelahiran dengan memberikan kemudahan bagi pasangan yang hendak menikah. 

 

2 dari 2 halaman

Syarat Mengikuti Bantuan

Untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, masyarakat harus memenuhi beberapa syarat. khusus. Kedua pasangan, baik suami maupun istri haruslah berusia di bawah 40 tahun pada saat tanggal pernikahan terdaftar. Selain itu, keduanya harus memiliki pendapatan gabungan yang nilainya kurang dari Rp 365 Juta.

Jepang akan memilih 281 kotamadya, atau 15 persen daerah yang akan dijadikan tempat percontohan bantuan. Biaya hidup akan ditanggung setengahnya oleh pemerintah lokal, namun di tahun 2021 mendatang, pemerintah pusat akan menanggung dua pertiga dari kebutuhan peserta bantuan.

Pemerintah Jepang berharap bantuan ini akan berjalan efektif untuk mendorong angka kelahiran di masa mendatang.

(Sah, Sumber Japan Today)

Beri Komentar