Bank Syariah Di Mesir
Dream - Industri perbankan syariah diyakini tengah berada di puncak kejayaan dari sejarah transformasi konvergensi antara bank konvensional dan bank berbasis etika.
" Mereka akan datang dan bergerak bersamaan. Siapa yang melakukannya? Konsumen di satu sisi dan regulator di pihak yang lain," kata CEO dari bank terbesar Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB), Tirad Mahmoud seperti dikutip laman CNBC, Kamis, 1 Mei 2014.
Pernyataan Mahmoud ini cukup kontroversial mengingat dirinya pernah menilai perbankan Islami merupakan merupakan bagian dari perkembangan bank beretika pasca krisis finansial dunia.
Terhitung sejak 2008, Mahmoud mengambil alih posisi tertinggi ADIB pada 2008 setelah 22 tahun mengawal Citigroup.
Pada awal April ini, ADIB mengakuisisi unit bisnis Barclays di UEA senilai US$ 177 juta. Langkah ini memungkinkan ADIB mampu menembus nasabah ekspatriat.
Lewat akuisisi ini, nasabah ADIB kemungkinan bakal bertambah sekitar 110 ribu rekening.
" Bank syariah seluruhnya berkutat soal etika dan saya pikir masa depan akan mengarah kesana. Bisakah kami membiayai hotel? Bisa. Namun apakah kami bisa membiayai hotel yang menjual alkohol dan judi? Jawabannya tidak," ujar Mahmoud.
Selama ini publik memang telah disuguhi sejumlah penelitian tentang kemampuan sistem keuangan Islami memberikan keuntungan pada perekonomian global.
" Kami telah melalui ujian berat pada akhir 2008. Kita bisa lihat siapa yang runtuh dan tidak. Kami tidak membuat spekulasi pada bisnis derivatif," kata Mahmoud.