Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kemenag Dan Baznas Meluncurkan Sistem Entri Data Zakat Nasional Berbasis Online (dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyelaraskan basis data zakat nasional melalui Sistem Manajemen Informasi Baznas (SiMBA).
Langkah strategis ini diharapkan bisa membantu kepentingan pelaporan hasil penghimpunan dan penyaluran zakat secara nasional.
"Melalui SiMBA, maka terintegrasilah sistem pencatatan zakat secara nasional. Baznas di kabupaten, kota, provinsi dan nasional dan dengan Kemenag menggunakan sistem yang sama," kata Ketua Baznas Bambang Sudibyo di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2016.
Bambang mengungkapkan potensi zakat nasional diperkirakan senilai Rp217 triliun. Tetapi, potensi itu belum tersentuh seluruhnya.
Dengan sistem informasi pelaporan yang lebih baik diharapkan laporan zakat dari Baznas semakin baik. Bambang juga berharap sistem pelaporan tersebut memberi dampak berupa meningkatnya kepercayaan publik terhadap badan amil zakat.
Bambang mengatakan sejauh ini lembaga amil zakat (LAZ) di luar Baznas, sudah memiliki sistem manajemen yang baik. Bahkan, sistem yang dijalankan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan milik Baznas.
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik kemunculan SiMBA. Lukman menilai sistem ini dapat mendorong kepercayaan publik terhadap badan amil zakat.
"Ini adalah tonggak bersejarah di era digital. Sehingga zakat yang terhimpun lebih transparan, akuntabel dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan Baznas bisa dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan," kata Lukman.
Dia berharap manajemen informasi tersebut dapat mendorong pengelolaan zakat ke arah yang lebih baik. "Baznas menjadi medium yang menjembatani hal-hal dimaksud. Ini tentu strategis," kata dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?