Pesawat Diizinkan Membawa Penumpang Melebihi 70%, Ini Syaratnya

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 22 Oktober 2021 06:48
Pesawat Diizinkan Membawa Penumpang Melebihi 70%, Ini Syaratnya
Kapasitas penumpang untuk perjalanan udara boleh lebih dari 70 persen. Sementara kapasitas penumpang darat boleh 100 persen khusus daerah PPKM Level 1 dan Level 2.

Dream - Kementerian Perhubungan memberlakukan aturan baru untuk penerbangan. Dalam aturan yang berlaku mulai 24 Oktober mendatang, Kemenhub mengizinkan kapasitas penumpang moda transportasi udara diisi lebih dari 70 persen.

" Namun penyelenggara angkutan udara tetap wajib menyediakan tiga baris kursi untuk area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, dalam konferensi pers virtual, Kamis 21 Oktober 2021.

Sementara itu, penetapan kapasitas terminal bandar udara ditetapkan paling banyak 70 persen dari jumlah Penumpang Waktu Sibuk (PWS) pada masa normal.

1 dari 3 halaman

Boleh Bawa Penumpang 70 Persen Lebih

Ilustrasi© Freepik.com

Sementara, untuk perjalanan transportasi darat di daerah dengan kategori PPKM level 3 dan 4 kapasitas penumpang paling banyak 70 persen.

Kapasitas penumpang 100 persen diizinkan hanya khusus untuk daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan Level 2.

" Kemudian untuk transportasi laut, di daerah dengan PPKM level 4 diterapkan kapasitas maksimal 50 persen, di level 3 70 persen, dan level 1 dan 2 100 persen," jelasnya.

Aturan perjalanan darat dengan kereta api, kata dia, kapasitas penumpang antar kota maksimal 70 persen untuk komuter dalam wilayah atau kawasan aglomerasi, maksimal 32 persen untuk Kereta Rel Listrik (KRL), dan maksimal 50 persen untuk Kereta Api Lokal Perkotaan.

2 dari 3 halaman

Pengawasan yang Ketat Sarana Transportasi

Ilustrasi© YouTube/BNPB Indonesia

Kemenhub juga meminta kepada seluruh operator sarana dan prasarana transportasi untuk memberikan sosialisasi kepada calon penumpang agar mereka mengetahui peraturan yang baru ini.

Selain itu juga diminta untuk menerapkan ketentuan ini secara konsisten sekaligus pengawasan yang ketat terhadap protokol kesehatan.

“ Kami juga meminta operator dapat menerapkan ketentuan ini secara konsisten dan ikut melaksanakan pengawasan penerapan prokes dari penumpang,” ucapnya.

" Diharapkan calon penumpang memahami ketentuan baru ini," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Akurasi Tes PCR daripada Antigen

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, juga menyampaikan persyaratan penumpang udara dan moda transportasi lainnya, yaitu menunjukkan kartu vaksin dan hasil tes PCR negatif.

Menurutnya dengan tren peningkatan kapasitas penumpang udara, diharapkan tes PCR lebih mampu mendeteksi gejala Covid-19 daripada Tes Antigen. Sehingga bisa menekan kemungkinan penularan virus dari orang yang mungkin lolos dari proses skrining apabila tidak menggunakan Tes PCR.

“ Jadi prinsipnya penerapan persyaratan pelaku perjalanan diskrining PCR khususnya moda transportasi udara dilakukan agar tidak terjadi penularan. PCR memiliki akurasi yang lebih tinggi dari antigen. Harapannya pada sat peningkatan jumlah penumpang, tidak terjadi penularan dari orang yang mungkin lolos dari proses skrining apabila tidak menggunakan Tes PCR,” jelas Wiku dalam kesempatan yang sama.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar