Kini, Merchant Grab Bisa Chat Pembeli

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 29 Mei 2021 07:01
Kini, Merchant Grab Bisa Chat Pembeli
Fitur ini dikembangkan untuk mempermudah komunikasi merchant dengan pembeli.

Dream – Grab mengembangkan fitur untuk memenuhi kebutuhan para merchant. Salah satunya adalah fitur chat di GrabMerchant.

“ Fitur obrolan baru akan memungkinkan pedagang berkomunikasi dengan konsumen tentang pesanan,” kata Head of Products Merchants Grab, Shashank Kohli, dalam konferensi pers virtual.

Di fitur ini, kata Kohli, nomor telepon konsumen akan disamarkan. Tujuannya agar komunikasi antara pembeli dan penjual bisa lebih mudah, misalnya berkomunikasi tentang pesanan.

Sekadar informasi, GrabMerchant adalah platform yang mengintegrasikan layanan pengantaran dan keuangan bagi para mitra Grab. Ada sejumlah fitur di sana, termasuk operasi harian hingga pengoptimalan pertumbuhan.

Di platform ini, ada juga menu insight untuk mengetahui menu apa yang paling laku. Ditambah lagi marketing mandiri untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan.

Hanya dengan beberapa klik dan pengeluaran yang minimal, mitra dapat membuat iklan dan promosi yang berbeda melalui GrabAds.

Reporter: Radhika Nada

1 dari 3 halaman

3 Jurus Grab Lestarikan Lingkungan, Penumpang Bisa Ikutan

Dream – Untuk memperingati Hari Bumi Sedunia 2021, Grab meluncurkan tiga inisiatif baru yang bertujuan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan. Ketiga inisiatif terkait dengan menanam pohon dan pengurangan karbon di udara 

“ Di Grab, kami percaya bahwa menyadari pengurangan jejak karbon dan dampak lingkungan juga sejalan dengan menciptakan peluang ekonomi bagi komunitas lokal,” kata President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, dalam konferensi pers virtual, Kamis 22 April 2021.

 

© Dream

 

Inisiatif yang pertama adalah menanam pohon. Grab memungkinkan konsumen untuk melakukan carbon offset di dalam perjalannnya. Dengan Rp200 untuk roda dua dan Rp500 untuk roda empat, konsumen dapat berpartisipasi (opt-in) di inisiatif ini dalam aplikasi Grab melalui fitur Dana Tanam Pohon (Plant Tree Fund) yang baru, mulai 20 April 2021, untuk peluncuran penuh akan berlangsung selama 1 minggu, hingga 27 April 2021.

“ Program carbon offset terbaru kami yang berkolaborasi dengan Ecomatcher dan Yayasan Bumi Hijau Lestari akan memberikan kesempatan bagi kami untuk meminimalkan dampak bisnis bagi lingkungan Indonesia,” kata Ridzki.

2 dari 3 halaman

Bakal Tambah 1.500 Kendaraan Listrik

Yang kedua adalah ekosistem kendaraan listrik. Grab akan menambahkan 1.500 armada kendaraan listrik. Pada periode Januari 2020-April 2021, lebih dari 6 ribu armada kendraan listrik Grab telah membantu menekan emisi CO2 hingga 4 ribu ton.

Angka ini setara dengan penyerapan CO2 oleh lebih dari 190 ribu pohon dalam setahun. “ Sehingga lebih banyak mitra pengemudi dan pengantaran memiliki akses kepada kendaraan listrik di platform kami,” kata dia.

Grab berencana untuk memulai uji coba armada kendaraan GrabBike Electric Protect di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta mulai 22 April 2021 untuk pembelajaran dari uji coba ini, mengenai perluasan lebih lanjut penggunaan kendaraan listrik untuk konsumen langsung.

3 dari 3 halaman

Daur Ulang Limbah

Grab juga terus mendorong pengurangan limbah dengan Grab Express Recycle yang sejak 2019, Grab telah berkolaborasi secara erat dengan Danone-AQUA. Pengguna bisa mudah mengirimkan limbah yang bernilai ekonomis, seperti botol minum dan gelas, hingga personal care ke mitra bank sampah Danone-AQUA. Sampah daur ulang ini akan dikelola dan diolah oleh Usaha Daur Ulang (RBU) lokal, termasuk AQUA.

Saat ini titik penyerahan bank sampah telah mencapai 48 titik yang terdiri dari 45 titik di DKI Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), dan baru-baru ini ditambah dengan hadirnya 3 titik bank sampah baru di Kota Bandung sebagai bagian dari perluasan GrabExpress Recycle.

Pada tahun 2021, Grab akan menambah hingga 50 titik bank sampah di wilayah Jadetabek dan terus memperluas hingga 40 titik pengiriman di Bandung dalam upaya agar daur ulang lebih mudah diakses konsumen.

 

 

(Laporan: Radhika Nada)

Beri Komentar