Kisah Sandiaga Uno Kena PHK, Memohon Tak Dicerai Istri karena Bangkrut

Reporter : Sugiono
Jumat, 17 Juli 2020 12:34
Kisah Sandiaga Uno Kena PHK, Memohon Tak Dicerai Istri karena Bangkrut
"Karena saya takut sekali dia bilang, 'kamu selama ini enggak cerita rumah ini sudah disita'. Jadi saya takut banget," kata Sandiaga Uno.

Dream - Semua orang pasti tahu bahwa Sandiaga Uno merupakan pengusaha sukses. Keberhasilan itu bahkan menjadikan Sandiaga Uno sebagai role model bagi banyak orang, terutama untuk pengusaha muda.

Tapi, semua hasil yang didapat hari ini tidak diperoleh dengan mudah. Suami Nur Asia itu bahkan sempat merasakan pemutusan hubungan kerja saat masih bekerja sebagai profesional di bidang investasi.

" Kami mengalami juga kesusahan juga, harus merasakan di-PHK tahun 1997," kata Sandiaga Uno dalam wawancara di YouTube Danien Mananta Network.

Kala itu, Sandiaga Uno dan sang istri tinggal di Singapura. Karena tidak punya pekerjaan lagi, mereka akhirnya balik ke Jakarta. Bukan ke rumah sendiri, melainkan numpang ke orangtua.

" Jadi sampai sekarang, ini rumahnya Nur, saya numpang saja di sini. Kembali ke Jakarta setelah di-PHK di luar negeri tinggal di rumah orang tua, enggak punya rumah," tambah dia.

1 dari 6 halaman

Kehidupan Sandiaga Uno benar-benar sulit setelah mengalami PHK. Dia harus memulai dari nol sebagai konsultan keuangan. Sang istri bahkan harus mencual cincin untuk bertahan setelah PHK, selain itu juga untuk modal usaha Sandiaga Uno.

" Saya mengalami kehilangan kepercayaan diri waktu di-PHK. Sempat juga bangun malam-malam keringatan, sempat juga dengar telepon takut karena tagihan kartu kredit, sempat berutang sama bank, dan itu kita harus lalui pada saat itu," beber Sandiaga Uno.

Karena pengalaman itulah, saat krisis ekonomi karena pandemi Covid-19 tahun ini Sandiaga Uno berpesan kepada manajemen bisnisnya untuk menempatkan PHK sebagai pilihan paling terakhir. Bagi Sandiaga Uno, karyawan merupakan aset perusahaan.

" Karena saya pernah mengalami kesulitan di-PHK, saya tidak ingin orang lain harus melalui pengalaman yang sama," kata Sandiaga Uno.

2 dari 6 halaman

Sebetulnya, karier Sandiaga Uno sebagai profesional di bursa saham sangat moncer. Namun, karena kecemerlangan itulah yang membuat Sandiaga Uno silau.

" Waktu jadi profesional, kami masih muda dan ceroboh lah bahwa merasa punya income besar terus cukup semuanya mulai invest di pasar modal," kata dia.

Wajar saja dia berinvestasi di pasar modal, sebab itulah makanan sehari-hari Sandiaga Uno. Dia tahu banget sosal pengelolaan uang, sudah khatam tentang seluk beluk pasar saham.

" Tapi siapa yang menyangka krisis keuangan tahun 1997 di Asia," tutur dia.

Sebelum krisis 1997, bisnis Sandiaga Uno memang sedang bagus-bagusnya. Pada 1996, harga saham terus naik. Karena itu pula sebelum badai krisis menghantam perekonomian Asia, Sandiaga Uno meminjam uang di bank untuk berinvestasi dengan jaminan dua rumah keluarga sang istri.

" Akhirnya rumah keluarga ini dijaminkan untuk fasilitas investasi. Akhirnya kita invest, jebol semua," ujar Sandiaga Uno.

Investasi itulah yang membuatnya bangkrut. Jadilah dia keluar keringat dingin karena harus berhadapan dengan penagih utang dari bank.

" Dan yang bikin repot itu yang dijaminkan adalah aset keluarga. Apalagi, begitu ditagih, " Mana? mana? mana?" , itu benar-benar berat," kenang Sandiaga Uno.

3 dari 6 halaman

Dalam kondisi sulit itu, Sandiaga Uno semula menutupi keadaan sebenarnya. Namun, karena keluarga terus menanyakan surat tanah yang telah dijaminkan ke bank untuk investasi, sang istri meminta Sandiaga Uno berterus terang kepada keluarganya.

" Jadi akhirnya saya cuman bilang ada apa yang terjadi, kamu kasih tahu sebetulnya apa. Karena saya enggak tahu lebih baik terus terang," kata Nur Asia, memberi masukan kepada suaminya.

Menurut Nur Asia, suaminya mengatakan bahwa dua rumah orangtuanya yang menjadi jaminan bank tidak akan hilang. Sandiaga Uno berjanji akan mengenbalikan rumah itu, apalagi sang ayah mertua terus menanyakan surat-suratnya.

" Kalau saya berjanji saya akan menepati. Jadi rumah kamu enggak akan hilang," kata Nur, menirukan janji Sandiaga Uno kala itu.

Nur juga terus mendesak Sandiaga Uno untuk menjelaskan keberadaan surat-surat tanah keluarga yang dijaminkan ke bank tersebut. Hingga pada akhirnya Sandiaga Uno berterus terang, membeberkan kondisi sebenarnya.

" Jadi di situ bang Sandi terus terang, " Please jangan ceraiin saya." Saya pikir ada apa gitu kan. Tapi mungkin karena saya sudah siap mental ya. Jadi, " Oke, ada apa?" Dia bilang kita sudah pailit, sudah bangkrut. Semua itu, saham sudah seharga kertas tisu," ujar Nusr Asia.

4 dari 6 halaman

Sandiaga Uno, kata Nur Asia, menjelaskan bahwa mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Perusahaan sudah rebah. Bisnis mereka hancur. Mereka harus memulai ekonomi rumah tangga dari nol.

" Tapi waktu itu yang saya ingat karena surat rumah masih ada, oke aman, berarti saya bisa membuktikan ke papa saya kalau bang Sandi memang orang yang enggak...," kata Nur Asia.

" Ada, tapi ada di tangan bank. Kan enggak bohong kan? Ada, tapi dijaminin, bentar lagi disita," sahut Sandiaga Uno sambil terkekeh-kekeh mengenang kehidupan pahitnya itu.

" Sari situ saya belajar satu hal, boleh minjam tapi jangan minjam dari mertua, really bad decission," Sandiaga berseloroh.

5 dari 6 halaman

Pada bagian lain wawancara itu, Sandiaga Uno mengatakan memohon tidak diceraikan oleh Nur Asia karena benar-benar takut, sebab saat krisis itu tidak berterus terang.

" Waktu itu saya bilang jangan ceraiin saya karena saya takut sekali dia bilang kamu selama ini enggak cerita rumah ini sudah disita, jadi saya takut banget. Tapi dia bisa nerima," kata Sandiaga Uno.

Namun, kala itu Sandiaga Uno masih bisa bernapas lega setelah diberi waktu satu setengah tahun untuk mengembalikan dua rumah mertua ayang dijaminkan.

" Dalam waktu satu setengah tahun saya tebus surat tanahnya sampai akhirnya di tahun 2006 kami beli dan kami bangun," ujar Sandiaga.

6 dari 6 halaman

Sandiaga Uno memang beruntung punya Nur Asia. Di tengah kubangan kegagalan itu sang istri tetap setia mendampingnya. Selalu menguatkannya. Nur pula yang menemaninya bangkit dari keterpurukan.

" Salah satu cerita suksesnya itu adalah ini (Nur) investor pertama saya karena dia menjual cincin, memodali. Sekarang tiap tahun dia menagih deviden, " Mana deviden, bayar, bayar, bayar. Dulu lo enggak punya apa-apa, bayar" ," kata Sandiaga sambil tertawa.

Sandiaga Uno telah membuktikan, musibah krisis ekonomi bisa dihadapi. Kini dia menjadi enterpreneur sukses. Dia merasakan betul dampak krisis ekonomi dan menyebut perubahannya sebagai transformasi yang 'maha berat'.

" Tapi benar banget, kita harus melewati itu untuk merasakan bagaimana susahnya membangun bisnis, jatuh bangunnya seperti apa. Kegagalan itu merupakan anak tangga menuju kesuksesan," tegas dia.

Beri Komentar