Kisah Sukses EMTEK Bangun Vidio dan Optimistis Bersaing di Tengah Gempuran OTT Global

Reporter : Editor Dream.co.id
Rabu, 28 September 2022 20:48
Kisah Sukses EMTEK Bangun Vidio dan Optimistis Bersaing di Tengah Gempuran OTT Global
Dari niat membangun ekosistem sendiri, Vidio menjelma menjadi platform OTT terbaik bahkan memiliki subscriber di sejumlah negara.

Dream - Vidio, platform streaming ternama di Indonesia dan sejumlah negara tetangga yang berdiri sejak 2014 semakin menunjukan eksistensinya. Dari ide sekadar membuat ekosistem sendiri sebagai saluran linier dan video konten TV, Vidio kini menjadi produsen konten terbesar sekaligus menyuguhkan hal berbeda di industri media digital.

Perjalanan berdirinya Vidio tersebut disampaikan Managing Director Emtek, Sutanto Hartono menceritakan dalam kesempatannya menjadi pembicara di APOS Summit in Singapore, Rabu, 28 September 2022. 

Vidio mulai beroperasi sejak 2014 berawal ketika Emtek berhasil memulai bisnis media online, termasuk dalam televisi free-to-air.

" Jadi kami ingin membuat seperti ekosistem kami sendiri, menempatkan semua saluran linier kami serta video konten TV. Jadi begitulah awalnya," ujarnya.

Titik puncak Vidio terjadi di tahun 2018 ketika menyiarkan gelaran olahraga Asian Games yang sangat populer di Indonesia. Kala itu Vidio berhasil menggaet sekitar 30 juta penonton Indonesia.

Kesuksesan itu berlanjut di tahun berikutnya, ketika posisi Vidio semakin kuat dan kini menjadi prioritas. Manajemen semakin menguatkan sisi konten, organisasi dan segala aspeknya sehingga membangun Vidio menjadi sebesar sekarang.

" Kami telah menjadi platform over the top (OTT) terbesar nomor satu dari sudut pandang MAU (Monthly Active Users)," katanya.

Prestasi kembali hadir di kuartal II-2022 ketika Vidio meraih subscriber tak hanya dari Indonesia namun juga di Asia Tenggara.

1 dari 2 halaman

Sutanto Hartono© istimewa

Dari beragam konten yang disajikan Vidio, Sutanto mengungkapkan konten olahraga menjadi salah satu yang menarik banyak penonton dan subscriber. Dalam perkembangannya manajemen meyakini olahraga juga bisa menciptakan kebiasaan orang yang mau membayar konten. 

Mengingat kebiasaan berlangganan tayangan atau tontonan belum begitu populer di Indonesia, Sutanto mengatakan, Vidio cukup berhasil membuat gebrakan baru dengan melihat jumlah penonton saat ini. Hal itu pula yang mendasari Vidio masih menayangkan konten olahraga sebagai daya tarik utamanya.

Selain konten olahraga, Vidio juga memperluas sayapnya dengan menyajikan konten lokal, yang hingga kini masih merajai di kalangan penonton Indonesia.

" Jadi kami berkomitmen untuk menjadi produsen konten terbesar di negara ini di ruang OTT. Kemudian kami memilih untuk lebih fokus ke serial daripada film," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Vidio.com© istimewa

Dengan menyajikan konten serial, lanjut Sutanto, penonton akan kembali lagi dalam setiap minggunya atau bahkan dua sampai tiga kali dalam seminggu.

" Kami memulai konten tambahan sebenarnya mulai tahun 2020. Dan, kami hanya meluncurkan empat judul. Jadi, sekarang tahun ini, pada akhir tahun, kami akan meluncurkan 37 judul," tambahnya kemudian.

Sutanto memaparkan bahwa fokus utamanya bukan hanya pada jumlah judul yang disiarkan, namun juga durasi tontonan yang masuk kategori baik dalam sisi subscriber.

Terkait hal tersebut, Sutanto menjelaskan bahwa konten lokal milik Vidio masih mendominasi panggung di kelasnya. Melihat konsumsi publik, di konten berbayar dengan harga terjangkau, konten dari Vidio menempati 4 posisi dari 10 konten yang disiarkan.

Beri Komentar