Kisah Bang Udin, Tukang Bubur Terkenal di Sarinah Sabet Medali di ASEAN Para Games 2022

Reporter : Alfi Salima Puteri
Jumat, 5 Agustus 2022 09:46
Kisah Bang Udin, Tukang Bubur Terkenal di Sarinah Sabet Medali di ASEAN Para Games 2022
Sekitar 5 tahun yang lalu, tangan kanan Kholidin diamputasi akibat kecelakaan yang dialami. Tangan kanan yang seharusnya memegang busur itu digantikan oleh gigi.

Dream - Bagi Sahabat Dream yang tinggal atau bekerja di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pasti sudah tahu bubur ayam legendaris milik Bang Udin. Bubur Ayam Bang Udin yang sudah berjualan selama kurang lebih 28 tahun itu dimiliki oleh pria bernama Kholidin atau akrab disapa Bang Udin. 

Selain dikenal sebagai penjual bubur, ternyata Bang Udin merupakan atlet profesional yang sudah berlaga di banyak kompetisi. Ia pun banyak menyumbangkan medali kepada Indonesia usai menjadi atlet panahan. Namun perjuangannya sampai di titik ini tidaklah mudah.

Di balik kisah sukses Bang Udin sebagai penjual bubur, ada cerita lain yang inspiratif dan membuat bangga Indonesia, lho. Sedikit mengenai kisahnya dibagikan oleh akun Twitter @ciscabecker. Pemilik akun tersebut merupakan salah satu pelanggan setia Bubur Ayam Bang Udin.

Cisca Becker mengungkapkan bahwa tukang bubur langganannya itu sudah menjadi atlet para panahan. Ia semakin dibuat bangga setelah mengetahui Bang Udin alias Kholidin baru saja memenangkan medali emas untuk kategori double putra di cabor Para-Archery ASEAN Para Games 2022 di Solo.

1 dari 3 halaman

" Ternyata Bang Udin jadi atlet para-archery, dan barusan dapat kabar kalo Bang Udin aka Kholidin adalah salah satu penyumbang medali emas buat Indonesia di ASEAN Para Games 2022. So proud of you Bang Udin, YOU ARE AN INSPIRATION! CONGRATSSSS," ucapnya dalam cuitan.

Kholidin sendiri sebenarnya sudah lama berkecimpung di dunia olahraga panahan ini. Menurut akun Twitter @ainurohman, sekitar 5 tahun yang lalu, tangan kanan Kholidin diamputasi akibat kecelakaan yang dialami.

Kendati demikian, cintanya kepada panahan tidak padam. Tangan kanan yang seharusnya memegang busur itu digantikan oleh gigi.

" 5 tahun lalu, tangan kanan Kholidin diamputasi. Tapi cintanya pada panahan tak padam. Tangan, dia gantikan dengan gigi. Awalnya sulit. Bibirnya berdarah, berhari-hari tak bisa mengunyah. Tak berhenti, Kholidin terus melatih kekuatan gigi, leher, rahang. Hari ini, dia raih perunggu APG2022," tulis akun tersebut.

Kholidin, atlet panahan.© Twitter @Ibuuul__

2 dari 3 halaman

Akun tersebut juga menambahkan, menarik tali busur jenis recurve dengan sasaran jarak 70 meter itu setara dengan mengangkat beban sekitar 24 kilogram. Bukan cuma melepas panah, bidikan Kholidin juga tepat sasaran, sehingga tak heran jika dirinya mampu menguasai lapangan.

Untuk melindungi giginya, Kholidin dibantu oleh dokter yang berada di timnya dengan membuatkan pengaman gigi untuk memperkuat gigi geraham Kholidin. Sebagai debutnya di ASEAN Para Games 2022, Kholidin berhasil membuktikan bahwa dirinya layak dan siap menuju Paris 2024.

Perjuangan Kholidin melatih gigi, leher, dan rahangnya itu akhirnya membuahkan hasil manis. Ia berkali-kali memenangkan perlombaan para-archery di berbagai event baik nasional maupun tingkat Asia.

Beberapa di antaranya ada Bogor Open Archery Championship 2018, Peparnas XVI Papua 2021, dan teranyar yaitu meraih medali perunggu pada kategori individu dan emas pada double putra di ASEAN Para Games 2022.

.

3 dari 3 halaman

Semangat Kholidin dalam mengajar impiannya itu rupanya ikut dirasakan oleh warganet. Pujian serta dukungan diberikan warganet melalui cuitan di Twitter.

" Bangga banget," puji warganet.

" Semoga nanti rezeki di 2024 bisa join paralimpik wakilin Indonesia di para archery," doa warganet.

" Masya Allah, perjuangan yang luar biasa," komentar warganet lainnya.

" Hari ini benar-benar tangis saya nggak bisa di bendung, membaca perjuangan atlet atlet Para Games ini. Luar biasa," sahut warganet yang lain.

Beri Komentar