Bumiputera Syariah Raup Pendapatan Premi Rp62 Miliar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 2 September 2019 17:48
Bumiputera Syariah Raup Pendapatan Premi Rp62 Miliar
Kinerja asuransi syariah Bumiputera masih menjanjikan

Dream – PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera membukukan pendapatan premi sebesar Rp62,66 miliar pada Juni 2018. Sementara rasio solvabilitas dana tabarru dari perusahaan asuransi ini mencapai 244,46 persen dan dana peserta 103,26 persen.

Untuk diketahui, solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya.

rasio solvabilitas asuransi merupakan pengukuran tingkat keamanan finansial atau kesehatan atau perusahaan asuransi. Semakin besar rasio solvabilitas sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera, Sudadi, mengatakan asuransi syariah memiliki keunggulan dibandingkan asuransi konvensional. Dia mengatakan asuransi jiwa syariah juga “ membuka pintu” untuk berdakwah di samping untuk berbisnis.

“ Setiap peserta yang masuk dalam asuransi syariah, sebagian dana akan dikelola (sebagai) dana tolong-menolong kepada peserta lain apabila ada yang meninggal dunia. Jadi, di samping mencari penghasilan, (asuransi syariah) juga sambil ibadah,” kata dia di Jakarta, Senin 2 September 2019.

Meski mencatat kinerja positif, pendapatan premi asuransi jiwa syariah Bumiputera menurun dibandingkan periode sama setahun sebelumnya. Pada Juni 2018, pendapatan premi perusahaan mencapai Rp70 miliar. 

Sudadi menjelaskan, penurunan pendapatan premi dikarenakan kondisi ekonomi global dan produk asuransi yang berubah.

Untuk mendukung bisnis perusahaaan sampai akhir tahun, perusahaan akan meluncurkan tiga lini keagenan asuransi berbalut investasi. Ketiganya antara lain syariah hukum profesional Bumiputera Syariah, Networking Bumiputera Syariah dan Smart Community Bumiputera Syariah.

“ Kami menyakini peluang bisnis masih terbuka lebar lantaran perusahaan asuransi yang fokus di bisnis asuransi jiwa syariah belum terlalu banyak," kata Sudadi. " Pesaing perusahaan mayoritas berbentuk unit usaha syariah di perusahaan asuransi."

Sudadi mengatakan, menginjak usia ketiga tahunnya, Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera menyabet tujuh penghargaan. Berikut ini rinciannya.

1. Piagam Museum rekor Indonesia kategori tercepat masuk ke pasar pada Februari 2017.

2. Terbaik 1 infobank Digital Brand Awards pada April 2018.

3. Unit link syariah bintang 5 pada November 2018.

4. The Best Trusted Insurance Company In Service & Customer Statisfactiom Of The Year 2019 pada Maret 2019.

5. Merek bisnis terpercaya dalam bidang Asuransi jiwa pada Maret 2018.

6. Merek bisnis terpercaya dalam bidang asuransi jiwa pada Maret 2019.

7. The Best Islamic Life Insurance Full Fledge In Risk Management pada Juli 2019.

(Sah, Laporan: Vika Novianti Umar)

1 dari 2 halaman

Pisah dari Induk, AJS Bumiputera Disuruh Lari

Dream - PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (AJSB) resmi diluncurkan. Jajaran komisaris meminta perusahaan asuransi syariah yang telah berpisah dengan induknya, PT AJB Bumiputera 2912 ini bergerak lebih lincah lagi dalam menjalankan bisnisnya.

" Semestinya setelah spin off, AJSB bisa lari lebih kencang," kata Komisaris Utama AJSB, Suranto, dalam " Grand Launching AJSB" di Jakarta, Senin 16 Januari 2017.

Suranto mengatakan AJS Bumiputera merupakan perusahaan hasil pemisahan usaha (spin off) dari unit usaha syariah (UUS) PT Asurasi Jiwa Bersama Bumiputera 1912. UUS ini memperoleh izin pada tahun 2002 dan beroperasi pada 2003.

" Sebetulnya, sudah lama kami bercita-cita UUS syariah (bisa) spin off, tapi 14 tahun (baru) terlaksana," kata dia.

Menurut Suranto, selama masih berstatus UUS, asuransi syariah ini mengalami beragam kendala, seperti kendala birokrasi dan kebijakan yang kurang cepat. Belum lagi manajamen perusahaan tidak bisa fokus karena tidak hanya mengurusi bisnis asuransi syariah.

Dengan spin off, kini perusahaannya bisa fokus dengan bisnis asurasi syariahnya.

" Sekarang jalan lebar sudah ada. Spin off sudah terjadi. Hambatan yang ada di UUS sudah hilang," kata dia.(Sah)

2 dari 2 halaman

Lepas dari Induk, Ini Target Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera

Dream - Industri jasa asuransi syariah kedatangan anggota baru. PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (AJSB) membidik target premi sebesar Rp400 miliar tahun ini. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama AJSB, Hadry Harahap.

" Target kami itu Rp400 miliar," kata Hadry dalam konferensi pers dalam konferensi pers " Grand Launching AJSB" di Jakarta, Senin 16 Januari 2017.

Tidak hanya target premi, dia juga memiliki target polis baru tahun ini. Dikatakan bahwa perusahannya menargetkan ada 1 juta polis baru pada tahun 2017.

Hadry mengatakan strategi yang digunakan oleh perusahaan asuransi syariah ini untuk menggapai targetnya adalah memperluas saluran distribusi. Mereka mengubah kantor cabang asuransi syariah menjadi tempat untuk mendistribusikan dan menjual produk syariah.

" Untuk saluran distribusi, kami melakukan migrasi dari branch office system mejadi agency distribution channel," kata dia.

Sekadar informasi, AJSB ini merupakan perusahaan hasil spin off unit usaha syariah (UUS) dari PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912. UUS Bumiputera sendiri terbentuk pada tahun 2002 dan beroperasi pada 2003.

" Dengan spin off, kami berharap bisa lincah akselerasi (bisnisnya)," kata Komisaris Utama AJSB, Suranto di tempat yang sama.(Sah)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik