Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Perempuan Sedang Melintasi Jembatan Di Kota Oymyakon (Sumber: Weather.com/ Amos Chapple)
Dream - Seorang fotografer asal Selandia Baru, Amos Chapple mengabadikan keseharian penduduk di kota dengan temperatur terendah di dunia. Suhu rata-rata di kota itu adalah minus 50 derajat Celcius.
Kota itu bernama Oymyakon. Menurut Amos, untuk menjangkau kota tersebut dia harus berkendara selama dua hari dari kota Yakutsk, ibukota provinsi terdingin di dunia.
Uniknya, kata Chapple, Oymyakon memiliki makna 'air yang tak membeku'. Kata ini diambil karena sumber air panas yang ditemukan tak jauh dari wilayah itu. Awalnya, lokasi itu digunakan para penggembala rusa untuk memberi ternaknya.
Di lokasi ekstrim tersebut hanya ditinggali sebanyak 500 jiwa. Mereka harus beradaptasi dengan dinginnya lokasi tersebut.
Amos menceritakan pengalamannya selama beberapa hari menetap di lokasi itu.
" Ketika sampai di sana, aku mengenakan celana bahan saat suhu mencapai 47 derajat Celcius," kata Amos kepada weather.com. " Aku ingat rasanya dingin mencengkeram kakiku, dan yang mengejutkan air liurku terasa membeku dan menusuk-nusuk bagai jarum di lidahku."
© Dream
Menurut Amos, para penduduk sehari-hari menggunakan pakaian serba tebal untuk menangkal dinginnya suhu di lokasi itu. Selain itu, dingin juga mengakibatkan tanah menjadi beku sehingga menyebabkan kesulitan pengeboran.
Persoalan ini menyebabkan hanya sedikit air yang mengalir ke dalam rumah. Akibatnya, sebagian besar kamar mandi dan toilet tak berfungsi.
Untuk melakukan pemakamanan, masyarakat harus membakar api unggun untuk menggemburkan tanah agar memudahkan penggalian.
Sebagian pemilik kendaraan menyimpan mobil mereka di garasi. Bahkan, pesawat pun tak dapat terbang ke wilayah ini saat musim dingin karena akan mengalami pembekuan dalam beberapa menit.
© Dream
Menurut penuturan warga Oymyakon, warga setempat bertahan hidup dengan memakan daging. Sebab, sayuran tak dapat tumbuh di Oymyakon.
" Warga Yakutian mencintai makanan dingin, ikan Artik mentah yang dingin, salmon putih, jantung hati kuda dingin, mereka mencoba menikmatinya," kata Bolot Bochkarev. " Kesehariannya, kami menyukai sup dengan daging. Daging adalah keharusan. Daging membantu kesehatan kami."
Meski begitu, kota ini tak melulu mengalami musim dingin. Saat musim panas, cuaca di kota ini relatif hangat. Pada pertengahan tahun 60-an dan 70-an suhu di kota Oymyakon tercatat mencapai 34 derajat Celcius.
Tetapi, musim panas akan terasa sangat singkat. Warga setempat, seperti yang dikatakan Bochkarev, rata-rata mempermasalahkan suhu yang hangat itu.
Suhu terendah di Oymyakon tercatat mencapai 71,2 derajat Celcius. Peristiwa itu terjadi pada 1924.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya