Kartika, Founder Keke Busana (Dream/Ervina Anggraini)
Dream - Dengan jaringan distribusi dan pemasaran di seluruh Indonesia, 'Keke Busana' yakin jika inovasi dan penciptaan tren yang sesuai pasar merupakan kunci usahanya tetap eksis. Meski begitu, Kartika sebagai pemilik mengaku harus mengetahui selera pasar yang variatif.
" Meski identik dengan warna-warna ceria,tapi tidak semua produk bisa laku karena tiap daerah punya selera yang berbeda dan kita harus jeli dalam membaca selera pasar," kata Kartika, Founder Keke Busana saat ditemui Dream di Depok.
Sejak fokus menggarap bisnis di tahun 2002, Bunda Tika -begitu ia biasa disapa- berupaya menciptakan tren dan intens berkomunikasi dengan tim pemasaran yang secara rutin survei selera pasar. Salah satu ciri khas utama produk besutannya dengan pemakaian warna-warna ceria dengan bahan katun dan kaos.
Perempuan lulusan Fakltas Hukum, Universitas Padjajaran ini menyebut selera satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia berbeda. Sebagai contoh pakaian warna merah yang lebih disukai konsumen di Sumatera, tetapi tidak menyukai warna ungu.
" Dengan mengetahui selera, saya dan tim jadi bisa memahami karakter dan segmen pasar. Hal tersebut disebutnya bisa mengakomodir keinginan pembeli yang jadi inspirasi tersendiri dalam membuat desain-desain baru," ucap perempuan keturunan Sunda ini.
Meski tergolong konvensional, namun ia optimis karyanya selalu mendapat apresiasi di hati pecinta busana muslim tanah air. Hal tersebut terbukti dari omset pemasaran per bulan yang hingga kini bisa mencapai puluhan juta rupiah.