Dream - Hanya beberapa bulan setelah menjual bisnis ponselnya kepada Microsoft, perusahaan asal Finlandia, Nokia, berencana untuk kembali ke pasar gadget. Nokia segera meluncurkan tablet baru berbasis Android.
Seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin, 24 November 2014, pekan lalu, mantan produsen ponsel papan atas ini akan meluncurkan tablet berukuran 7,9 inci. Peluncuran dilakukan awal tahun depan di Tiongkok, pasar terbesar di dunia, sebelum menjualnya di tempat lain.
Uniknya, tablet terbaru itu akan diproduksi oleh Foxconn yang juga membuat perangkat untuk Apple. Kali ini, Nokia menggunakan sistem operasi Android, bukan Windows yang digunakan ketika memulai kerja sama dengan Microsoft pada 2011.
Sayang, kemitraan itu berakhir dengan kegagalan. Sehingga pada April lalu Nokia menjualnya divisi ponselnya kepada Microsoft sebesar US$7,2 miliar.
Sebastian Nystrom, Kepala Teknologi Nokia menggambarkan tablet baru berjuluk N1 itu sebagai era baru bagi Nokia. Dia mencatat bahwa 80 persen pengguna perangkat mobile di dunia menggunakan Android, dibandingkan dengan pengguna perangkat mobile Windows yang hanya 2,5 persen.
Tablet yang menggunakan casing aluminium itu akan mengadopsi sistem operasi terbaru Android Lolipop dan dipasarkan dengan harga sekitar US$250. Yang pasti, tidak mudah bagi Nokia untuk berganti haluan ke tablet setelah puluhan tahun bergelut dengan ponsel saja
" Nokia nampaknya menuju ke arah yang benar tapi ada beberapa tantangan yang nyata," kata Neil Mawston dari Strategy Analytics di London. " Nokia tidak punya kanal distribusi kuat seperti Samsung dan Apple. Dan tidak yang mampu mendapat untung dari bisnis tablet Android saat ini," tambahnya.
Merek Nokia telah dihapus dari pasar ponsel pekan lalu setelah Microsoft meluncurkan ponsel dengan mereknya sendiri untuk pertama kalinya.
" Kami sangat senang bisa membawa kembali merek Nokia ke tangan konsumen," kata Nystrom.
Dia mengisyaratkan pihaknya tertarik untuk memproduksi ponsel pintar berbasis Android. Tapi itu tidak akan terjadi sebelum tahun 2016. Saat ini Nokia terikat perjanjian dengan Microsoft untuk tidak memproduksi ponsel pintar. (Ism)