Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pindah Naik Kapal Laut

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 27 Mei 2019 17:45
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pindah Naik Kapal Laut
Harga tiket pesawat yang mahal memicu masyarakat beralih ke moda transportasi lain.

Dream – Semenjak harga tiket pesawat udara melambung, banyak masyarakat pemudik beralih menggunakan moda transportasi lain. Salah satunya adalah mudik dengan kapal laut.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, optimistis kondisi mahalnya tiket pesawat akan meningkatkan pengguna transportasi laut.

“ Saat mudik tahun ini, pasti ada kenaikan pengguna moda kapal laut,” kata Djoko melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 27 Mei 2019.

Dikatakan bahwa pada 2018 ada 1.293 kapal yang dioperasikan untuk angkutan mudik. Kapal ini memiliki kapasitas angkut 3,42 juta orang.

“ Tentunya tahun ini kebutuhan akan kapal laut bisa melonjak tajam untuk rute tertentu,” kata dia.

Djoko mengatakan sejumlah perantau yang berasal dari Kalimantan diperkirakan paling banyak menggunakan kapal laut menuju Pulau Jawa. Kapal-kapal itu akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

1 dari 1 halaman

Keselamatan Angkutan Laut Jadi yang Terpenting

Djoko mengatakan yang terpenting saat ini adalah meningkatkan keselamatan angkutan laut. Dikatakan juga angkutan laut menjadi salah satu moda yang sering mengalami kecelakaan selain angkutan darat.

“ Walapun (kecelakaan ini) tidak menimbulkan korban yang cukup besar,” kata dia.

Ketika menjadi pilihan angkutan mudik dan regulator tidak banyak berubah, Djoko memperkirakan korban akan berjatuhan. Ketersediaan instrumen navigasi, pelampung, sekoci, dan lain sebagainya dalam suatu kapal harus terpenuhi.

“ Manifes penumpang yang masih ada ketidaksesuaian harus mulai dibenahi,” kata dia.

Djoko meminta pengawasan terhadap keselamatan angkutan laut saat mudik Lebaran tahun ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“ Demikian pula penambahan kapasitas kapal baik frekuensi maupun jumlah armadanya perlu dikalkulasi lagi,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik