Dulu Sopir, Kini Jadi Crazy Rich Tanjung Priok

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 Maret 2019 16:42
Dulu Sopir, Kini Jadi Crazy Rich Tanjung Priok
Raffi Ahmad tercengang dengan kesuksesan yang diraih oleh Sahroni. Sebab, pria ini membangun kerajaan bisnisnya dari nol.

Dream – Di Youtube, nama Ahmad Sahroni tak asing di telinga warganet. Dia sering diajak berkolaborasi oleh para Youtuber, seperti Ria Ricis. Tapi kini, giliran Raffi Ahmad yang mengajak ayah dua anak ini untuk berkolaborasi.

Dalam tayangan kanal Youtube RANS Entertainment, Raffi dan istrinya, Nagita Slavina, terlihat berkunjung ke rumah Sahroni. Rumah pengusaha sukses ini berada di daerah Tanjung Priok, Jakarta.

Rumah seluas 400 meter ini terlihat mewah. Selain ruangan yang luas, rumah ini juga memiliki lift, pintu otomatis, kolam renang, dan rooftop.

Sahroni juga menjadi seorang ketua Ferrari Indonesia dan McLaren. Suami Feby Belinda ini mempunyai banyak mobil, seperti Land Rover Range Rover, Ferrari, dan Tesla Model X.  Pria ini juga punya mobil golf.

Uniknya, meskipun sukses, pria ini tak mau pindah dari Tanjung Priok. “ Hebatnya, dari enggak punya apa-apa, sekarang kaya-raya, dia nggak mau pindah dari gang ini. Padahal, kekayaannya sekarang ini, gua, mah, nggak ada apa-apanya, guys,” kata Raffi, dikutip pada Jumat 15 Maret 2019.

Sahroni mengaku enggan pindah ke tempat lain karena tak mau melupakan tempat kelahirannya. Lagipula, rumah bagus di tempat yang pelosok dianggap sebagai motivasi untuk masa depan.

“ Kalau lihat rumah bagus, sudah biasa. Dari Menteng, Pondok Indah, dan lain-lain. Kalau rumah bagus di pelosok, itu gua anggep prestasi yang harus diikuti karena motivasi jadi bagian hidup terbaik di masa depan,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Mantan Sopir yang Dipandang Sebelah Mata

Pria ini dulunya seorang sopir di perusahaan minyak. Kini, dia menjadi pemilik dan presiden direktur PT Ekasamudra Lima (Perkapalan), PT Ruwanda Satya Abadi, dan PT Sagascos Intec. Salah satu bidang usahanya adalah pengangkutan BBM.

Ketika masih menjadi sopir, dia sempat diremehkan oleh salah satu pimpinannya ketika sedang duduk di suatu ruangan. “ Waktu gue duduk, dia samperin gue. Dia bilang, ‘Kamu ngapain duduk di sini? Kamu sopir dan duduk di luar’. Digituin gue,” kata anggota DPR RI dari Partai Nasdem itu.

Kini, posisi dia berbalik 180 derajat. Sahroni tak lagi menjadi seorang sopir, tetapi yang menjalankan perusahaan angkutan BBM.

Sahroni belajar mengelola perusahaan secara otodidak. Ilmu mengelola perusahaan dia peroleh dari percakapan telepon yang selalu dilakukan oleh bosnya zaman dulu saat berbincang dengan rekan bisnis melalui telepon.

Dari sanalah dia curi ilmu tentang mengelola perusahaan. “ Jadi, bos gue itu enggak bisa nyopir dan selalu kerja via telepon kepada anak buahnya dan gue selalu dengar. Belajar otodidak karena dia selalu ngomong di mobil,” kata dia.

Sahroni juga mengatakan bosnya ini suka mabuk-mabukan dan sering memintanya untuk mengerjakan tugas kantor. “ Waktu dia mabok, tidur di hotel. Di saat itu, gue ngerjain (pekerjaan) itu,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Dipaksa Ngaku Berhutang Ratusan Juta Rupiah

Kesuksesan Sahroni tidaklah gampang. Pria itu juga pernah mengalami hal yang menyakitkan. Kepada Raffi, dia mengatakan pernah dipaksa untuk mengaku berhutang senilai Rp550 juta.

“ Punya duit Rp5 juta, tapi utang Rp550 juta. Dipaksa untuk tanda tangan di depan lawyer untuk pengakuan utang,” kata dia.

Sahroni mengaku hanya bisa menangis. Dia juga berdoa agar mendapatkan rezeki untuk membayar utang. “ Alhamdulillah, 1,5 bulan, saya dapat rezeki. Dibayarlah utang itu,” kata dia.

“ Jadi, sama Allah langsung dikasih?” tanya Raffi.

“ Iya, 1,5 bulan,” jawab Sahroni.

“ Dipaksa berutang Rp550 juta dan kebayar dalam waktu 1,5 bulan? Hebat,” kata Raffi.

3 dari 4 halaman

Jangan Dengki

Menurut Sahroni, untuk meraih kesuksesan, seseorang memerlukan hambatan. Hambatan itulah bertujuan untuk melatih mental dan bisa memajukan diri.

“ Setiap apa yang dilakukan untuk memajukan diri, perlu hambatan. Itu akan menjadi step by step. Hambatan ini akan menjadi ilmu yang akan memberikan nilai,” kata dia.

Sahroni juga mengatakan selalu mendiamkan orang yang iri dengki kepadanya. Dia menghadapi orang yang iri dengan perasaan ikhlas.

“ Dengan ikhlas, luar biasa, dan perasaan yang besar. Kalau nggak, nggak bisa. Hadapi (orang) sirik nggak gampang,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Ini Videonya

Beri Komentar