Lebih Produktif Mana, Pegawai Apa Adanya atau Tukang Pura-Pura?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 16 Juli 2019 11:36
Lebih Produktif Mana, Pegawai Apa Adanya atau Tukang Pura-Pura?
Tak hanya itu, karyawan juga lebih sehat.

Dream – Merasa nyaman di tempat kerja lebih mudah dibicarakan daripada dilakukan. Banyak orang berusaha menjadi pribadi yang berbeda agar bisa sukses dalam pekerjaannya.

Mereka acapkali membohongi diri dengan menjalani minat, selera, atau kesukaannya yang sebetulnya bukan keinginan mereka.

Dikutip dari studyfinds.org, Senin 15 Juli 2019, sebuah studi yang dilakukan penelitian di Rice University, Houston, Amerika Serikat, menunjukkan karyawan yang menjadi diri sendiri ketika bekerja cenderung lebih sehat dan produktif.

Setelah menganalisis 65 kajian tentang ciri khas yang mendapatkan stigma, seperti orientasi seksual, penyakit mental, dan kehamilan, para peneliti menemukan bahwa karyawan yang terbuka dan lebih senang dengan sifatnya akan lebih produktif dalam pekerjaan.

Kecemasan karyawan yang terbuka terhadap diri sendiri, lebih sedikit daripada yang tidak. Rasa stres yang dihadapi karyawan ini cenderung lebih sedikit.

Karyawan yang seperti ini memiliki peningkatan kepuasan hidup secara keseluruhan.

1 dari 5 halaman

Akan Tetapi....

Salah seorang penulis, Eden King, mengatakan sifat-sifat ini memungkinkan orang untuk membentuk hubungan yang lebih bermakna dengan teman sebaya dan membebaskan diri dari pikiran yang mengkhawatirkan.

Para peneliti juga menemukan bahwa pengungkapan jati diri juga bisa menimbulkan reaksi negatif dari sekitarnya.

King dan timnya mengharapkan temuan ini bisa mendorong perusahaan agar lebih menerima karyawannya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Business and Psychology. 

2 dari 5 halaman

Mau Jadi Pekerja Produktif, Jangan Atur Waktu Tapi...

Dream – Sahabat Dream, jika ingin memiliki produktivitas yang baik, sebaiknya kamu mengatur energi, bukan waktu. Jika diatur dengan baik, kamu akan punya performa gemilang etika beraktivitas.

Dikutip dari The Muse, Sabtu 13 Juli 2018, dengan mengelola energi, kamu bisa menghadirkan kinerja terbaik untuk aktivitas kerja apa pun. Kamu juga bisa mencapai hasil yang lebih unggul daripada teman-teman.

Ada lima cara yang bisa kamu lakukan agar bisa mengatur waktu dengan baik.

 

Pertama, ingatlah “ trek lari” kamu.

Ketika ingin memberikan kinerja tinggi pada proyek kerja yang penting dan panjang, kamu akan sering mendengar orang berkata, “ Ini marathon, bukan sprint.” Dengan kata lain, kamu harus mengurangi kecepatan sehingga tidak terlalu banyak membuang energi selama bekerja keras.

3 dari 5 halaman

Jadilah Penyemangat

Kedua, menjadi penyemangat. Penulis buku The Hidden Power of Social Network: Understanding How Work Really Get Done in Organizations, Rob Cross dan Andrew Parker, mengatakan orang yang selalu menyemangati orang lain ini adalah orang yang memiliki performa yang lebih tinggi daripada yang lainnya.

Menjadi penyemangat tidak sama dengan penghibur atau karismatik. Sebaliknya, penyemangat bisa membawa diri sepenuhnya ke dalam interaksi.

 

 

Ketiga, ketahuilah apa yang memboroskan energi. Sebaiknya kamu mengidentifikasi apa yang bisa membuatmu boros energi, seperti percakapan yang tidak penting. Lebih baik hindari aktivitas-aktivitas seperti ini.

4 dari 5 halaman

Jangan Lupa Ambil Istirahat

Keempat, ambil jeda waktu untuk beristirahat. Jika ingin performa maksimal, ambilah jeda waktu untuk beristirahat. Misalnya 15 menit setiap 90 menit untuk jalan-jalan di kantor atau bersosialiasi dengan teman di kantor.

Atau, kamu juga bisa membuat kopi. Jeda waktu yang singkat ini bisa membantumu mendapatkan banyak energi dan lebih produktif.

 

 

Kelima, jadilah dirimu sendiri. Pakar karier, Amy Feirn, mengatakan menjadi orang lain itu bukan pekerjaan yang sulit, melainkan cara untuk memboroskan energi.

Jika kamu menjadi diri sendiri, setidaknya bekerja dengan gaya sendiri, kamu tidak akan membuang-buang energi. Kamu akan merasa ringan dan bisa menunjukkan kinerja yang lebih baik.

(Sah)

[crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Dream – Nama Elon Musk tak hanya terkenal di dunia otomotif, tetapi juga di dunia bisnis. Miliarder asal Amerika Serikat ini mendirikan beberapa perusahaan terkemuka, seperti Tesla—produsen mobil listrik—dan Space X—perusahaan yang bergerak di teknologi antariksa.

Nah, Musk ini rupanya menyukai bekerja yang produktif. Bahkan, dia punya tips-tips khusus agar karyawan bisa produktif di ruang kerja.

Dilansir dari Inc, Minggu 29 April 2018, tips pertama yang dia berikan adalah menghindari rapat yang besar, lama, dan terlalu sering. Dia malah menyarankan orang untuk keluar dari ruangan rapat jika pertemuannya tidak memberikan nilai tambah terhadap pekerjaan seseorang.

“ Keluar rapat sesegera mungkin ketika kamu tidak mendapatkan nilai tambah dari rapat. Keluar dari rapat bukanlah suatu hal yang merugikan. Justru yang merugikan adalah membuat seseorang tetap tinggal dan membuang-buang waktu,” kata Musk.

 

 

Dia justru lebih menyukai rapat kecil, singkat, dan tidak terlalu sering. Kalau ada hal-hal yang mendesak atau perkembangan penting, tak apa jika rapat digelar, asal tidak terlalu lama makan waktu.

Yang kedua, Musk memilih berkomunikasi secara jelas dan langsung. Pria ini ogah menggunakan struktur hierarki dalam berkomunikasi. Dia berpendapat komunikasi yang baik adalah percakapan yang mengalirkan informasi di setiap level.

“ (Biasanya) untuk menyelesaikan sesuatu antar departemen, tak jarang seorang kontributor berbicara dengan manajernya, lalu manajer berbicara dengan direktur, kemudian, direktur berbicara dengan Vice President (VP). Lalu, VP berbicara dengan direktur departemen lain, direktur berbicara dengan manajer, dan manajer berbicara dengan bawahnnya. Kemudian, sesuatu yang super bodoh akan terjadi,” kata dia.

Yang ketiga, kata Musk, tak ada salahnya jika aturan perusahaan dilanggar kalau tak sesuai dengan akal sehat. Dalam situasi tertentu, taat kepada aturan perusahaan justru akan memperburuk keadaan.

“ Secara umum, selalu pilih akal sehat sebagai panduan kamu. Kalau mengikut aturan perusahaan, jelas konyol untuk situasi tertentu,” kata dia.

(Sah)

Beri Komentar
Summer Style 2019