Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Bagi generasi saat ini, istilah insecure tidak lagi asing. Istilah ini sudah banyak dipakai untuk menggambarkan kondisi perasaan yang tidak tenang.
Bisa jadi karena ada rasa minder, tidak nyaman, sehingga tingkat kepercayaan diri menurun. Kondisi ini bisa disebabkan merasa orang lain lebih baik dari kita.
Melihat orang yang lebih sukses membuat jadi merasa rendah diri. Padahal, setiap orang punya jalannya sendiri-sendiri dalam meraih kesuksesan.
Perasaan insecure hanya mendorong kita untuk membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Alhasil, kita selalu merasa lebih rendah.
Tanpa kita sadari, hal itu membuat kita jadi lupa akan semua yang sudah kita capai dan miliki. Kita pun jadi lupa bersyukur, padahal Allah memberikan semua yang kita butuhkan.
Jadi saat kamu sedang merasa insecure, segeralah pulih dan selalu usahakan untuk bersyukur. Ingat, Allah akan menambah nikmat-Nya kepada mereka yang mau bersyukur.
Jangan lupa, amalkan selalu doa yang terdapat dalam Surat An Naml ayat 19 ini agar kita tak pernah berhenti bersyukur. Insya Allah, perasaan insecure itu akan hilang dan kamu jadi makin percaya diri.
رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَدۡخِلۡنِي بِرَحۡمَتِكَ فِي عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Rabbi auzi'ni an asykura ni'matakal lati an'amta 'alayya wa 'ala walidayya wa an a'mala shalikhan tardlahu wa adkhilni birahmatika fi 'ibadikas shalihin.
Artinya,
" Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan alam shaleh yang Engkai ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh."
Sumber: Bincang Muslimah.
Dream - Sepanjang hari beraktivitas, kita tak bisa lepas dari rahmat Allah. Allah memberikannya kepada kita tanpa pernah berhitung.
Semua diberikan Allah agar kita dapat menjalani kehidupan dengan tenteram. Allah pun meminta kita tak perlu khawatir akan apa yang akan terjadi esok hari.
Allah menjamin semua keperluan kita. Sehingga kita bisa dengan tenang beraktivitas menemuhi hajat.
Kita menerima itu semua tanpa ada batas. Semuanya sesuai dengan kebutuhan kita.
Atas ini, kita patut bersyukur. Allah juga berjanji akan menambah nikmat-Nya jika kita mau bersyukur.
Sebagai ungkapan syukur, dianjurkan membaca doa ini setiap kali kita selesai melaksanakan sholat.

Allahumma laka shallaitu wa laka da'awtu wa iyyaka rajawtu fa as-aluka an taj'alali fi shalati wa du'a-i barakatan tukaffiru biha sayyiati wa tubayyidlu biha wajhi wa tukrimu biha maqomi wa tahuththu biha 'anni wizri. Allahummahhthuth 'anni wizri waj'al ma 'indaka khoiral li. Alhamdulillahil ladzi qodla 'alayya 'anni shalatan kanat 'alal mu'minina kitabam mawquta.
Artinya.
" Ya Allah, kepada-Mu aku sholat, kepada-Mu aku berdoa, hanya kepada-Mu aku berharap. Aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan di dalam sholat dan doaku keberkahan yang bisa menghapus kesalahan-kesalahanku, dan Engkau menyinari wajahku dengannya, Engkau memuliakan kedudukanku dengannya, dan Engkau menggugurkan dosaku dengannya. Ya Allah, gugurkanlah dosaku, dan jadikanlah apa yang ada di sisi-Mu yang paling baik bagiku. Segala puji bagi Allah yang telah mewajibkan bagiku sholat yang mana sholat tersebut wajib bagi orang-orang beriman dengan kewajiban yang diberi waktu."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Jabatan adalah satu dari banyak hal yang didambakan manusia. Banyak orang yang melihat status seseorang hanya dari jabatan yang dipegangnya di masyarakat atau tempatnya bekerja.
Keberadaan jabatan dapat kita temukan dalam hampir setiap bidang. Terutama di dunia kerja.
Naik jabatan merupakan penghargaan atas prestasi seseorang. Tetapi, hal itu bersamaan pula dengan semakin besarnya tanggung jawab serta pendapatan.
Tentu, tak ada satu orang pun yang menolak naik jabatan. Karena dengan itu, kesejahteraan mereka bisa terangkat.
Buat kamu yang sudah mendapatkan kenaikan jabatan, jangan sampai lupa membaca doa ini. Doa tersebut sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas jabatan yang diemban, dan tertuang dalam Surat Yusuf ayat 101.

Rabbi qad ataitani minal mulki wa allamtani min ta'wilil ahadits, fathiras samawati wal ardli anta waliyyi fiddunyaa wal akhirah, tawaffani musliman wa alhiqni bish-shalihin
Artinya,
" Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian tabir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang sholeh."
Advertisement