Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Indonesia kehilangan Rp 221 triliun akibat kabut asap kebakaran hutan yang menyebar sampai negara tetangga. Nilai kerugian ini ternyata dua kali lipat dibandingkan biaya rekonstruksi Aceh pasca tsunami besar pada 2004 lalu.
Temuan ini disampaikan Bank Dunia yang mencatat kebakaran telah menghanguskan 2,6 juta hektar hutan dan lahan sepanjang Juni-Oktober lalu.
Kabut asap pada tahun ini bahkan disebutkan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Meyebabkan turunnya kualitas udara serta banyak masyarakat terserang penyakit.
Bank Dunia menyebut biaya dari musibah tahunan ini telah membuat Indonesia kehilangan 1,9 persen Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp 221 triliun.
" Dampak ekonomi dari kebakaran sudah sangat besar," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves mengutip laman Straitimes.com, Rabu, 16 Desember 2015.
Bank Dunia menuding metode pembakaran telah lama menjadi cara paling cepat dan murah dalam pembukaan lahan di pulau Sumatera dan Kalimantan. Lahan itu selanjutnya disiapkan untuk membuat jalan bagi perkebunan kelapa sawit yang dianggap lebih menguntungkan.
Sayang, pembakaran terjadi di luar kendali dan berujung pada kabut berbahaya saat musim kemarau panjang melanda.
Menurut Bank Dunia, jika setiap hektar terbakar pada tahun 2015 diubah ke kelapa sawit, nilainya akan menjadi sekitar US $ 8 miliar.
" Jadi di satu sisi 16 miliar dolar biaya kepada masyarakat, di sisi lain, delapan miliar dolar - banyak uang - untuk segelintir individu," kata spesialis lingkungan Bank Dunia Ann Jeannette Glauber.
Estimasi biaya didasarkan pada analisis dari jenis tanah dibakar dan dampaknya pada pertanian, kehutanan, perdagangan, pariwisata dan transportasi, serta efek jangka pendek dari kabut seperti penutupan sekolah dan kesehatan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan