Aset Keuangan Syariah Dunia 2019 Tembus Rp35.326 T, Nasib Indonesia?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 9 Januari 2019 15:44
Aset Keuangan Syariah Dunia 2019 Tembus Rp35.326 T, Nasib Indonesia?
Penyumbang tertingginya adalah bank syariah.

Dream – Tahun 2018 bukanlah tahun yang sangat menguntungkan bagi industri perbankan dan keuangan syariah. Ada beberapa faktor penyebabnya, seperti perang dagang, harga minyak yang anjlok, dan kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Namun, pakar ekonomi optimistis volume ekonomi dan keuangan syariah global bisa mencapai US$2,5 triliun (Rp35.326,07 triliun) hingga Desember 2019.

“ Tahun 2019 dimulai dengan harapan yang tingi untuk industri perbankan dan keuangan syariah,” kata Chief Executive Officer Al Huda Center of Islamic Banking and Economics, Zubair Mughal, dikutip dari Salaam Gateway, Selasa 8 Januari 2019.

Mughal mengatakan total pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah global ini terdiri atas industri perbankan syariah 81 persen, takaful 2 persen, sukuk 11 persen, lembaga keuangan mikro syariah 1 persen, dan pasar modal syariah 5 persen.

Menurut Mughal perbankan dan keuangan syariah akan tumbuh lebih banyak tahun ini. Hal ini ditandai dengan negara-negara Afrika yang mulai memperkenalkan keuangan syariah, seperti Tanzania dan Kenya yang akan memperkenalkan kerangka kerja regulasi keuangan syariah.

1 dari 1 halaman

Bank Syariah di Indonesia Akan Meningkat

Mughal mengatakan permintaan akan perbankan dan keuangan syariah di Malaysia, Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh di Asia akan meningkat karena ada ikatan dengan agama.

Di Rusia, keuangan syariah akan tumbuh pesat di bagian industri perbankan syariah.

Lalu di India, Reserve Bank of India membuka pintu bagi bank syariah sehingga masyarakat di sana bisa memanfaatkan perbankan yang bersistem syariah.

Sistem keuangan syariah juga diprediksi berkembang di negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan orang Islam. Lebih dari 100 negara yang mempraktikkan perbankan dan keuangan syariah, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman. Di sana, lebih dari 3 ribu dan lembaga keuangan yang bersistem syariah.

“ Industri takaful tidak diharapkan menjanjikan karena alasan tertentu,” kata Mughal.

Industri sukuk, kata dia, diperkirakan akan tumbuh dan ada penerbitan sukuk baru. Lembaga mikro syariah juga diprediksi akan bermunculan. Lembaga ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan.

“ Industri keuangan mikro syariah akan naik dari 1 persen menjadi 2 persen pada 2019 karena dianggap penting,” kata Mughal.(Sah)

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir