Pandemi Covid-19 Berikan Sentimen Positif bagi Investor

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 9 Desember 2020 08:00
Pandemi Covid-19 Berikan Sentimen Positif bagi Investor
Apa `angin segar` yang diberikan pandemi ini?

Dream – Perkembangan pandemi Covid-19 berbalik menjadi sentimen positif terhadap pasar. PT BNP Paribas Asset Management melihat ada peluang investasi bagi investor dari pandemi ini, dalam market outlook “ The Great Instability”.

“ Investasi dan inovasi membutuhkan komitmen dan analisa menyeluruh atas dinamika pasar,” kata Presiden Direktur BNP Paribas Asset Management, Priyo Santoso, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 8 Desember 2020.

Menurut Priyo, dampak Covid-19 menunjukkan kondisi pasar dan ekonomi yang paling rentan sejak krisis keuangan global di tahun 2008 lalu. Namun, ia berpendapat bahwa peluang investasi masih tersedia meskipun terjadi pergerakan yang sangat fluktuatif di pasar.

“ Perkembangan vaksin Covid-19 belakangan menjadi berita yang cukup menggembirakan bagi pasar dan berpotensi menjadi ‘game changer’ untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata dia.

Priyo optimistis prospek makro Indonesia masih positif jika melihat kondisi current account deficit yang menyempit, inflasi yang rendah, dan tren melemahnya dolar AS.

Selain itu, dengan mempertimbangkan APBN 2021 yang lebih berfokus pada pertumbuhan ekonomi, dampak positif dari kerangka Omnibus law bagi industri secara sektoral, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, seharusnya bisa membuka jalan bagi pemulihan ekonomi di Indonesia secara bertahap.”

“ Namun, kami juga perlu mengingatkan investor untuk senantiasa menyesuaikan profil risiko dengan tujuan investasi mereka,dan menerapkan pendekatan diversifikasi sebelum mengambil keputusan investasi,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Buruh dan Pedagang Pasar Akan Diprioritaskan Dapat Vaksin Covid

Dream – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah telah menyusun prioritas orang-orang yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac. Daftar prioritas itu adalah para petugas medis, TNI dan polri.

“ Sesuai dengan rekomendasi dari komite penasihat ahli imunisasi nasional, prioritas yang akan diberikan imunisasi nanti adalah pertama adalah mereka yang berada di garis depan yaitu para petugas medis, kemudian petugas non-medis yang termasuk TNI dan Polri,” kata Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Pengadaan dan Tindak Lanjut Kedatangan Vaksin Covid-19, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 8 Desember 2020.

Prioritas penerima vaksin Covid-19 selanjutnya adalah kelompok risiko tinggi yaitu kelompok pekerja termasuk di dalamnya para pedagang pasar, pelayan toko atau pramuniaga dan juga mereka yang bekerja di sektor sektor perusahaan industri para karyawan dan para pegawainya.

 

 

Tak hanya itu, pemerintah juga akan memprioritaskan mereka yang melakukan contact tracking kelompok risiko dari keluarga dan kontak kasus Covid-19. Terakhir adalah administrator pemerintah yang terlibat dalam memberikan layanan publik.

“ Saya tegaskan apa yang diamanatkan presiden pada rapat rapat kabinet terbatas bahwa di dalam vaksinasi ini ada dua, yang satu perhatikan di samping mereka yang berada di garda depan itu juga harus memperhatikan tentang geospasial atau lokasi dimana terjadi kemungkinan terjadi penumpukan partikel virus,” kata dia,

Menurut Muhadjir, kalangan prioritas itulah yang lebih diutamakan mengingat sebaran Covid-19 Indonesia ini tidak merata dan di mana saja kemungkinan terjadi penumpukan partikel-partikel virus dan tidak.

Presiden juga meminta faktor peta sebaran Covid-19 mendapat perhatian penuh dalam penetapkan masyarakat penerima vaksin tersebut.

“ Sehingga penggunaan vaksin nanti betul-betul efisien tidak asal hantam merata, tapi berdasarkan seleksi siapa yang paling berada di garda depan yang sangat rentan sebagai orang yang akan terinfeksi maupun penyebar,” kata dia.

 

(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)

2 dari 4 halaman

Erick Thohir: Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Januari 2021

Dream – Janji pemerintah dalam pengadaan vaksin untuk menangani pandemi Covid-19 mulai dipenuhi. Pada Minggu malam, 6 Desember 2020, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 produk Sinovac sudah tiba di Tanah Air.

Kini vaksin-vaksin itu telah disimpan dalam cold storage PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat. Vaksin ini merupakan bantuan dari pemerintah dan akan digunakan mulai awal tahun depan.

Alhamdulillah, kami bersyukur karena vaksin Covid-19 mulai tiba secara bertahap di Indonesia,” kata Erick dalam keterangan tertulis Kementerian BUMN.

 

 

Menurut Erick, penyediaan vaksin itu merupakan langkah maju yang menjadi bukti kerja sama lintas kementerian dan lembaga, baik Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Badan POM, Biofarma dan Garuda.

“ Nantinya akan juga didukung oleh semua Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,” tambah Erick.

Ketua pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menambahkan, vaksin yang datang merupakan bantuan dari pemerintah. Sementara, vaksin yang bakal datang pada gelombang berikutnya ditujukan untuk vaksin mandiri.

“ Vaksinasi akan dilakukan sesudah mendapatkan izin BPOM dan MUI dan rencananya akan tiba di bulan Januari tahun depan,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Pemerintah Gandeng Swasta untuk Vaksin Mandiri

Vaksin mandiri ditargetkan untuk masyarakat mampu, dan pemerintah akan bekerja sama dengan KADIN dan asosiasi pengusaha lainnya.

“ Solusi dari pandemi ini adalah gotong royong. Gotong royong menjaga prokes, gotong royong membantu yang terdampak. Begitu juga dengan vaksinasi, saya ajak masyarakat mampu turut bergotong royong dan kita sudah berkomunikasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan banyak asosiasi lainnya,” kata dia.

Ketua Kadin, Rosan Roslani sudah berkoordinasi beberapa kali dengan Erick karena banyak pengusaha yang bersedia memberikan vaksinasi kepada para pegawainya. Hal ini karena kami concern dengan kesehatan karyawan.

“ Selain juga tetap menjaga produktivitas kerjanya, belum lagi para pengusaha memiliki program CSR untuk membantu masyarakat sekitarnya,” kata Rosan.

Selain vaksinasi, pemerintah terus berupaya meringankan kebutuhan rakyat dengan BLT desa, subsidi gaji, hibah bantuan presiden untuk Usaha Mikro.

Program bantuan Pemerintah akan terus dijalankan dan ditambah di tahun depan hal ini untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitannya dan juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Erick.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 4 halaman

Enam Jenis Vaksin Covid-19 Ini Sah Digunakan di Indonesia

Dream – Pemerintah mengesahkan enam vaksin Covid-19 untuk digunakan di Indonesia. Keenam vaksin ini akan digunakan untuk mengatasi pandemi akibat virus Corona SARS CoV-2.

Penggunaan keenam vaksin tersebut ditetapkan Pemerintah RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 per tanggal 3 Desember 2020.

“ Menetapkan jenis vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd., sebagai jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia,” dikutip dari Liputan6.com, Senin 7 Desember 2020.

 

 

Saat ini, keenam vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis fase ke-3 atau ada yang baru rampung uji klinis fase 3.

Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Menkes Terawan Agus Putranto itu disebutkan, penggunaan vaksin untuk vaksinasi Covid-19 hanya bisa dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, disebutkan juga bahwa Menkes dapat mengubah jenis vaksin COVID-19 dalam daftar tersebut berdasarkan rekomendasi Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau ITAGI, serta pertimbangan dari Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pengadaan vaksin untuk program vaksinasi akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan. Sementara kebutuhan pelaksanaan vaksinasi mandiri dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir.

6 Kelompok Prioritas Penerima Vaksin

Pada awal Desember 2020, Erick Thohir selaku Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengatakan, pendaftaran vaksinasi COVID-19 mandiri harus menunggu keputusan Menkes.

Pentingnya mencatat siapa saja yang akan didaftarkan vaksinasi mandiri COVID-19 berkaitan dengan jumlah vaksin yang hadir serta terkait soal distribusi vaksin. Pencatatan siapa saja yang akan disuntik juga bertujuan agar tidak terjadi penyalahgunaan vaksin COVID-19.

Semenetara itu, setidaknya ada enam kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin COVID-19 yang telah dipetakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Kelompok pertama adalah mereka yang bertugas sebagai garda terdepan penanggulangan infeksi virus Corona, mecakup paramedis, TNI, Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik dengan jumlah total 3,4 juta orang.

Kelompok kedua yakni masyarakat, tokoh agama, daerah, kecamatan, dan RT/RW yang mencapai 5,6 juta orang. Kelompok ketiga terdiri dari seluruh tenaga pendidik mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi yang berjumlah setidaknya 4,3 juta orang.

Kelompok prioritas keempat dan kelima penerima vaksin adalah aparatur pemerintah baik pusat maupun daerah, anggota legislatif, serta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sedangkan kelompok prioritas keenam penerima vaksin adalah masyarakat usia 19-59 tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menargetkan 135 juta penduduk Indonesia bisa disuntik vaksin Covid-19 pada 2021.

(Sumber: Liputan6.com/Dyah Puspita Wisnuwardani)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar