Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pesatnya perkembangan pasar dan lembaga keuangan syariah telah berhasil menembus sistem keuangan dunia. Tidak hanya itu, keuangan syariah juga mendapat pengakuan dan bahkan memengaruhi arus ekonomi dan keuangan global,
Mengutip laporan Economic Review Saudi Januari 2015 yang dikeluarkan National Commercial Bank seperti dikutip laman Zawya, Selasa, 10 Februari 2015, Standard and Poor (S & P) menyebutkan aset keuangan yang dikelola sesuai prinsip syariah saat ini mencapai sekitar US$ 1,8 triliun.
Sukuk menjadi salah satu instrumen keuangan syariah yang dilaporkan mengalami pertumbuhan paling cepat. Kemiripannya dengan obligasi konvensional membantunya masuk dalam banyak indeks benchmark obligasi, terutama Barclays, akhir-akhir ini.
Begitu potensialnya sukuk bagi investor menyebabkan terbentuknya badan regulasi semacam Organisasi Akuntansi dan Auditing untuk Lembaga Keuangan Islam (AAOIFI) dan indeks untuk memantau performa sukuk seperti Thomson Reuters Sukuk Index dan Dow Jones Sukuk Index.
Pada tahun 2014, penerbitan sukuk di seluruh dunia mencapai 806 produk bernilai US$ 114,1 miliar. Pencapaian ini melampaui kinerja 2012. Berdasarkan year-on-year, tingkat pertumbuhan penerbitan sukuk mencapai 4,8 persen, melambat dari 2011 yang mencapai puncaknya pada 66 persen.
Sekitar 62,7 persen dari penerbitan global sukuk dilakukan oleh pemerintah, sementara perusahaan dan quasi-pemerintah masing-masing 21,9 persen dan 15,4 persen.
Malaysia masih menjadi negara yang paling banyak mengeluarkan sukuk dengan 510 penerbitan yang dibuat pada tahun 2014, dengan nilai US$75.2 miliar. Arab Saudi berada di posisi kedua dengan nilai mencapai US$12,1 miliar, diikuti oleh Uni Emirat Arab pada US$5,7 miliar.
Pada Juni 2014, Inggris menjadi negara non-muslim pertama yang menerbitkan sukuk yang diperkirakan sekitar US$339 juta, dengan jatuh tempo pada 22 Juli 2019. Disusul dengan Hong Kong pada bulan September dengan nilai mencapai US$1 miliar.
Pasar sukuk di negara-negara utama diperkirakan ada peningkatan penerbitan lebih dari US$100 miliar pada 2015 yang didukung oleh pemulihan ekonomi global dan banyak pemerintah yang ingin menggarap pasar syariah yang mencapai US$ 200 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya