Pasar Software Perbankan Syariah Ditaksir Bernilai Rp9 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 30 Januari 2019 13:14
Pasar Software Perbankan Syariah Ditaksir Bernilai Rp9 Triliun
Setiap tahunnya, pasar perangkat lunak itu tumbuh 13 persen.

Dream – Seiring berkembangnya keuangan digital, pasar perangkat lunak perbankan syariah juga turut melesat. Setiap tahunnya, segmen bisnis yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini tumbuh 13 persen per tahun.

Pasar software perbankan syariah diperkirakan akan tumbuh hingga US$700 juta (Rp9,89 triliun) hingga 2021, dikutip dari laporan industri terbaru.

Angkanya diharapkan tumbuh dalam industri keuangan syariah.

Dikutip dari Gulf Times, 30 Januari 2019, software perbankan syariah ini turut mengacu kepada norma-norma syariah. Peranti ini mengelola dan memantau operasional bank serta punya fitur yang tak dimiliki perbankan konvensional.

Teknologi ini dikembangkan oleh perbankan syariah dan cendekiawan ekonomi syariah. Mereka menciptakan serangkaian spesifikasi untuk perangkat lunak. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan keuangan sambil memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah.

Awalnya, perangkat lunak ini dikembangkan oleh internal bank dan bekerja sama dengan vendor IT lokal. Seiring berjalannya waktu, penyedia perangkat lunak yang beroperasi secara global, memasuki bisnis dan menciptakan solusi perbankan syariah yang bisa diskalakan pada rentang yang lebih besar.

Misalnya, pengembang software perbankan syariah adalah Infosys, Tata Consultancy Systems, Virmati dan Finastra, dan sejumlah vendor khusus seperti seperti AutoSoft Dynamics, Infopro, BML Istisharat, International Turnkey Systems, Infrasoft Technologies, Silverlake, Intertech, Leadsoft, dan lainnya.

1 dari 1 halaman

Vendor Harus Siap Berhadapan dengan Inkonsistensi

Karena standar utama software itu adalah kepatuhan terhadap prinsip keuangan syariah, penyedia dan vendor harus mempertimbangkan banyak faktor. Misalnya, ketidakonsistenan dalam produk yang diperbolehkan antara negara dan wilayah, interpretasi hukum Islam yang berkaitan dengan perbankan, serta permintaan akan kemampuan produk baru karena bank mendefinisikan layanan baru yang sesuai dengan syariah.

Perbankan syariah menggunakan perangkat lunak itu untuk bisnis ritel dan korporasi, investasi, manajemen kekayaan, pembiayaan dan penyewaan syariah, serta layanan lainnya. Pasar modal juga menggunakan software untuk pasar modal dan penerbitan sukuk.

Para penyedia software seperti Path Solutions menyediakan piranti lunak untuk pembiayaan dan penyewaan secara syariah. Ada juga Temenos yang menyediakan aplikasi untuk asuransi syariah.(Sah)

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri