Pembantu RI di UEA `Batal` Bergaji Rp 4,7 Juta/Bulan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 13 Agustus 2014 12:32
Pembantu RI di UEA `Batal` Bergaji Rp 4,7 Juta/Bulan
Selain Indonesia, usulan gaji minimal pembantu dari Filipinan dan Srilanka juga ditolak pemerintah UEA.

Dream - Kementerian Dalam Negeri Uni Emirat Arab (UEA) telah menolak permintaan gaji minimal pekerja domestik yang diajukan pemerintah Indonesia, Filipina, dan Srilanka. Ketiga negara ini mengajukan gaji terkecil 1.500 dirham atau Rp 4,78 juta per bulan.

Di sisi lain, penduduk UEA diperkirakan bakal menghadapi krisis pembantu karena negara-negara Afrika kini tengah bergelut dengan wabah Eboa.

Surat kabar harian Arab, Amrat Al Youm seperti dikutip Dream.co.id dari laman Emirat247, Rabu, 13 Agustus 2014 melaporkan agen tenaga kerja saat ini terpaksa menunda permintaan pembantu paling tidak sebulan ke depan.

Kekhawatiran munculnya krisis pembantu di UEA sayangnya tak diketahui kementerian tenaga kerja negeri Timur Tengah itu. Institusi pemerintah ini justru mengaku baru mengeluarkan 16 izin baru perusahaan penyalur tenaga kerja.

Pemilik bisnis perekrutan tenaga kerja Maktea, Samer Marjan menilai penolakan permintaan gaji dari Indonesia, Srilanka, dan Filipina telah memicu situasi yang menyulitkan bagi agen tenaga kerja.

Pemicu krisis terutama disebabkan besarnya permintaan tenaga kerja dari ketiga negara tersebut di wilayah UEA.

Munculnya wabah ebola di negara-negara Afrika juga membuat konsumen tak berani mempekerjakan pembantu dari negara tersebt.

Samer khawatir bisnisnya terpaksa harus ditutup dalam sebulan kedepan jika tidak ada intervensi dan solusi dari permasalahan yang terjadi.

Sementara pemilik Forsan Al Khaleej for Home Labourers Employment mengklaim telah menerima permintaan penutupan bisnis dari 7 agen tenaga kerja.

Tiga negara Asia saat ini tetap bersikukuh tak mengirimkan tenaga kerjanya sampai permintaan gaji minimal diterima pemerintah UEA. (Ism)

Beri Komentar