Kini, Perjalanan Darat Jarak 250 Km Lebih Wajib Pakai Antigen

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 1 November 2021 12:32
Kini, Perjalanan Darat Jarak 250 Km Lebih Wajib Pakai Antigen
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menetapkan aturan baru bagi penumpang moda transportasi darat jarak jauh dari dan ke Pulau Jawa-Bali dengan ketentuan jarak.

Dream - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menerbitkan aturan baru bagi pelaku perjalanan darat di Jawa-Bali. Kini, penumpang moda transportasi darat lebih wajib menunjukkan hasil negatif rapid test (tes cepat) antigen. 

Ketentuan ini berlaku bagi pelaku perjalanan darat dengan jarak 250 kilometer lebih atau perjalanan yang memakan waktu lebih dari 4 jam. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE 90 Tahun 2021 mengenai Perubahan Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 86 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, menjelaskan, pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi darat dengak jarak minimal 250 km atau waktu perjalanan 4 jam di Pulau Jawa serta Bali wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama. Selain itu, wajib menunjukkan surat keterangan hasil RT-PCR maksimal 3x24 jam atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum perjalanan.

" Ketentuan syarat perjalanan tersebut berlaku bagi pengguna kendaraan bermotor perseorangan, sepeda motor, kendaraan bermotor umum, maupun angkutan penyeberangan," kata Budi dikutip dari Liputan6.com, Senin 1 November 2021.

1 dari 6 halaman

Ketentuan yang sama juga berlaku untuk perjalanan antar Pulau Jawa-Bali. Aturan ini mulai diterapkan per 27 Oktober 2021.  

“ Surat keterangan ini mulai kami memberlakukan secara efektif per tanggal 27 Oktober 2021 dan dengan SE 90/2021 ini berlaku hingga batas yang akan ditentukan kemudian dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya.

Bagi pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik yang beroerasi di wilayah pulau Jawa-Bali juga berlaku ketentuan menunjukkan kartu vaksin dosis lengkap dan surat keterangan hasil negatif rapid tes antigen dengan kurun maksimal 14x24 jam sebelum keberangkatan.

Kemudian wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 7x24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Sumber: liputan6.com

2 dari 6 halaman

Simak Aturan Terbaru Perjalanan Transportasi Darat, Laut dan Udara Saat PPKM

Dream - Pemerintah kembali membuat penyesuaian terkait aturan bagi pelaku perjalanan domestik atau perjalanan dalam negeri. Aturan baru ini dibuat merujuk pada aturan tiga instansi pemerintah.

Melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan berbagai keputusan pelaku perjalanan melalui Surat Edaran (SE) Satgas No.21 tahun 2021, kemudian Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri No.53 dan No.54 Tahun 2021, dan Empat SE dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No.86, 87, 88, dan 89 tahun 2021.

Dalam keterangan tersebut, Prof Wiku menyebutkan bahwa surat edaran tersebut berlaku untuk perjalanan menggunakan transportasi darat, laut, udara, maupun perkeretaapian yang efektif pada 21 Oktober 2021 sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Berikut aturannya:

3 dari 6 halaman

Persyaratan Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri

1. Perjalanan Transportasi Udara

- Pelaku perjalanan transportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Jawa-Bali, serta PPKM Level 3 dan 4, wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama.

- Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum waktu keberangkatan.

2. Perjalanan Transportasi Laut dan Darat

- Pelaku perjalanan laut dan darat di wilayah pulau Jawa-Bali, serta daerah PPKM Level 3 dan 4, wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama.

- Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam atau rapid tes Antigen dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

3. Perjalanan Udara, Laut, Darat di Luar Wilayah Jawa-Bali dan PPKM Level 1 dan 2

- Pelaku perjalanan udara, laut, darat dengan daerah kategori PPKM Level 1 dan 2 wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam atau rapid tes Antigen dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

4 dari 6 halaman

4. Persyaratan Bagi Pelaku Perjalanan Rutin

Pelaku perjalanan rutin dengan transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum dalam satu wilayah atau kawasan aglomerasi perkotaan, tidak membutuhkan persyaratan khusus. Tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan ketat.

5. 3 Opsi Persyaratan Bagi Pelaku Perjalanan Logistik

- Menunjukkan kartu vaksin dosis lengkap dan surat keterangan hasil negatif rapid test Antigen dalam kurun waktu maksimal 14 x 24 jam sebelum keberangkatan.

- Menunjukkan kartu vaksin dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif rapid test Antigen dalam kurun waktu maksimal 7 x 24 jam sebelum keberangkatan.

- Apabila belum mendapatkan vaksinasi, menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test Antigen dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

5 dari 6 halaman

Persyaratan Pengecualian Penunjukkan Kartu Vaksin

Ketentuan penunjukkan kartu vaksin dikecualikan untuk:

- Anak berusia di bawah 12 tahun.

- Pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang melakukan perjalanan dalam negeri di wilayah luar Jawa dan Bali.

- Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak bisa menerima vaksin, tetapi wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah setempat.

6 dari 6 halaman

Kapasitas Penumpang Transportasi

Adapun beberapa penyesuaian yang harus diketahui masyarakat saat melakukan perjalanan:

1. Transportasi Udara: Kapasitas penumpang bisa lebih dari 70 persen, tetapi penyelenggara angkutan udara wajib menyediakan tiga baris kursi yang diperuntukkan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19.

Lalu, kapasitas bandara udara paling banyak 70 persen dari jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) pada masa normal.

2. Transportasi Darat: Jumlah penumpang paling banyak 70 persen (wilayah PPKM Level 3 dan Level 4), serta 100 persen (wilayah PPKM Level 1 dan Level 2).

3. Transportasi Laut: Kapasitas maksimal 50 persen (wilayah PPKM Level 4), 70 persen (wilayah PPKM Level 3), 100 persen (wilayah PPKM Level 1 dan Level 2).

4. Kereta Api: Kapasitas penumpang kereta api antarkota maksimal 70 persen untuk komuter dalam wilayah atau kawasan aglomerasi, maksimal 32 persen untuk kereta rel listrik (KRL), dan maksimal 50 persen untuk kereta api lokal perkotaan.

Sumber: liputan6.com

Beri Komentar