Pernah Ditolak Kerja Gegara Punya Tompel Merah di Pipi Kanan, Pemuda Ini Sekarang Jadi Ahli IT dan Konten Kreator Top

Reporter : Sugiono
Kamis, 4 Agustus 2022 07:46
Pernah Ditolak Kerja Gegara Punya Tompel Merah di Pipi Kanan, Pemuda Ini Sekarang Jadi Ahli IT dan Konten Kreator Top
Kata Aizuddin, pemilik perusahaan menolak lamaran kerjanya dengan alasan tidak cocok bekerja di bagian front desk.

Dream - Sempat dikira terbakar air panas, tapi nyatanya warna kemerahan di pipi kanan pemuda Malaysia ini adalah tanda lahirnya.

Muhammad Aizuddin Jamali mengatakan bahwa tanda merah itu memang sudah ada sejak dia masih bayi dan warnanya semakin menonjol seiring bertambahnya usia.

" Dari kelima bersaudara, hanya aku yang memiliki tanda lahir seperti ini. Saat masih bayi, tanda kemerahan ini bahkan tidak terlihat jelas.

" Tapi semakin lama semakin menebal. Tapi tanda lahir ini tidak menyebar, ukurannya juga tidak membesar," kata Aizuddin.

 

1 dari 5 halaman

Hanya saja warna merah di pipi kanannya akan menjadi lebih intens ketika pemuda sekitar 20 tahunan itu kurang sehat atau sakit.

" Saat aku terinfeksi Covid-19 Februari lalu, warna merah di pipi kanan terlihat jelas. Tapi aku sudah menduganya.

Curahan hati pemuda lamaran kerja ditolak gara-gara tanda lahir.© Cuplikan Video Instagram

" Keluarga sudah tahu bahwa aku sakit atau tidak sehat jika mereka melihat tanda merah yang lain dari biasanya," jelasnya.

Namun, ketika diperiksakan ke dokter disebutkan bahwa tanda lahir di pipi kanannya itu tidak berisiko atau berbahaya.

2 dari 5 halaman

Akibat tanda lahir yang tidak biasa itu Aizuddin sering jadi korban body shaming. Dia kemudian berbagi pengalaman saat masih kecil.

" Waktu kecil, aku sering diejek sampai aku terpaksa bolos sekolah. Ketika sudah besar, bullying itu semakin berkurang karena aku punya lingkungan teman yang cukup terbuka.

" Tapi aku teringat sebuah kejadian yang sebenarnya cukup menyakitkan. Saat itu aku melamar pekerjaan paruh waktu sambil belajar dulu," kenangnya.

3 dari 5 halaman

Kata Aizuddin, pemilik perusahaan menolak lamarannya karena disebut tidak cocok bekerja di bagian front desk.

Tapi Aizuddin tahu alasan sebenarnya dia ditolak bekerja di perusahaan itu. Semua hanya karena dia memiliki tompel merah di pipi kanannya.

" Aku terima penolakan itu, tapi janganlah membeda-bedakan jika yang melamar punya 'keunikan'. Yang penting punya keterampilan dan bakat," katanya, yang sekarang bekerja sebagai pendukung teknik dan desainer konten di sebuah perusahaan multimedia.

Curahan hati pemuda lamaran kerja ditolak gara-gara tanda lahir.© Cuplikan Video Instagram

Meski Aizuddin mengaku tidak lagi mengalami bullying seiring bertambahnya usianya, ia tetap tak bisa lepas dari rasa minder atau rendah diri.

" Sebelumnya aku selalu tunduk muka ketika jalan. Apalagi sekarang pandemi Covid-19 aku selalu pakai masker.

" Tapi banyak teman yang memberi dukungan. Tahun ini aku tidak malu-malu melepas masker di depan orang," kata pemuda dari Klang, Selangor ini.

4 dari 5 halaman

Mengambil contoh dari kisahnya sendiri, Aizuddin baru-baru ini mengunggah video tentang tana lahir di TikTok.

Curahan hati pemuda lamaran kerja ditolak gara-gara tanda lahir.© Cuplikan Video Instagram

Aizuddin membuat video itu dengan tujuan berbagi cerita sekaligus menyebarkan kesadaran kepada masyarakat tentang orang-orang yang memiliki tanda lahir.

" Aku tidak menyangka videonya bisa ditonton lebih dari 139.000 kali. Di kolom komentar, banyak juga yang berbagi cerita tentang tanda lahir mereka masing-masing," katanya.

5 dari 5 halaman

Terharu karena video yang dia buat menarik banyak perhatian, Aizuddin menitipkan pesan kepada mereka yang kurang percaya diri karena memiliki tanda lahir.

" Jangan malu dengan diri sendiri. Dulu aku juga insecure, tapi kalau sudah besar kita bisa berpikir dewasa. Kita tetap sempurna di mata Tuhan. Kita semua sama, hanya berbeda dari segi penampilan.

" Selain dari diri sendiri harus kuat, dukungan moril dari keluarga dan teman juga penting agar kita lebih percaya diri," pungkas Aizuddin dalam wawancaranya dengan situs mStar.

Sumber: mStar

Beri Komentar