Jokowi Ibaratkan Ekonomi Dunia Sedang Hang, Butuh Restart

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 14 Agustus 2020 11:12
Jokowi Ibaratkan Ekonomi Dunia Sedang Hang, Butuh Restart
Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini terparah sepanjang sejarah.

Dream - Presiden Joko Widodo mengatakan dampak pandemi Covid-19 terutama di bidang ekonomi dirasakan oleh 215 negara dunia. Jokowi bahkan menyebut krisis ekonomi yang terjadi tergolong terparah sepanjang sejarah.

Demikian pula dengan Indonesia, yang mengalami pertumbuhan ekonomi di bawah target bahkan sampai minus.

" Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32 persen," ujar Jokowi dalam Pidato Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Jumat 14 Agustus 2020.

Ekonomi negara-negara maju memiliki kondisi cenderung lebih parah. Tingkat pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju akibat pandemi Covid-19 bahkan sampai minus 17 persen.

 

1 dari 1 halaman

Jokowi menilai hal ini harus dipandang sebagai peluang untuk mengejar ketertinggalan.

" Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara fundamental. Juga melakukan transformasi besar dan menjalankan strategi besar perubahan di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.

" Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," kata Jokowi.

Beri Komentar