Viral Bandara Kualanamu Medan Dijual ke India, Cek Faktanya!

Reporter : Alfi Salima Puteri
Jumat, 26 November 2021 14:34
Viral Bandara Kualanamu Medan Dijual ke India, Cek Faktanya!
Dana sebesar Rp1,58 triliun diberikan GMR Airport bisa dipakai oleh AP II.

Dream - GMR Airports Consortium ditetapkan sebagai pemenang tender pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Pengembangan dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka selama 25 tahun ke depan.

Penetapan pemenang tender ini juga melalui proses evaluasi oleh tim juri yang berasal dari pakar industri penerbangan, praktisi, akademisi, dan Angkasa Pura (AP) II, serta didampingi oleh notaris dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“ Banyak keuntungan didapatkan Angkasa Pura II dengan dikelolanya Bandara Kualanamu oleh GMR Airport. Pertama Perseroan akan mendapatkan dana sebesar Rp1,58 triliun dari GMR,” ujar Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 26 November 2021.

Ia menambahkan, dana sebesar Rp1,58 triliun diberikan GMR Airport bisa dipakai oleh AP II untuk pengembangan dan pembangunan bandara baru di Indonesia.

" Ini namanya memberdayakan aset tanpa kehilangan aset, bahkan asetnya membesar berkali-kali lipat," terang Arya.

1 dari 4 halaman

Menggabungkan sumber daya

Kemudian keuntungan ke dua akan ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar Rp56 triliun. Adapun tahap pertama akan diberikan perusahaan asal India itu sebesar Rp3 triliun.

" AP tidak perlu mengeluarkan uang sebesar Rp58 triliun untuk pengembangan Kualanamu tapi ditanggung oleh partnernya," kata Arya.

Di samping itu, Arya juga meluruskan bahwa pengelolaan ini tidak ada kaitannya dengan penjualan aset. Dia memastikan aset Bandara Kualanamu tetap milik AP II, bukan dijual kepada GMR Airport.

" Jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan aset," tegas Arya.

Sebagai informasi, skema kemitraan strategis ini akan menggabungkan sumber daya yang dimiliki AP II dan mitra strategis.

Sehingga dapat mengakselerasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu untuk menjadi hub dan pintu gerbang utama internasional serta kawasan bisnis di wilayah barat Indonesia.

2 dari 4 halaman

Memperkuat permodalan

AP II tetap menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi. Sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

Sebelummya, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, bahwa kemitraan strategis antara AP II dan mitra global akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di ASEAN, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional.

Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu.

Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset kedepannya atas kerjasama ini akan sepenuhnya dimiliki 100 persen oleh AP II.

3 dari 4 halaman

Raup Rp1,8 Miliar, Tersangka Antigen Bekas Bandara Kualanamu Bangun Rumah Mewah

Dream - Tindakan oknum petugas Kimia Farma yang menggunakan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, mengejutkan banyak pihak.

Di tengah upaya pemerintah dan masyarakat membendung virus corona, oknum petugas Kimia Farma berjumlah 5 orang ini malah menyebarkannya dengan leluasa.

Selain itu, mereka juga meminta bayaran atas jasa yang diberikan setiap melakukan rapid test antigen terhadap calon penumpang di Bandara Kualanamu.

Ketahuan Sedang Membangun Rumah Mewah

Picandi Mosko alias PM, salah satu tersangka yang mendaur ulang alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumut, diketahui sedang membangun rumah mewah.

Lokasi rumah pria 45 tahun tersebut berada di Griya Pasar Ikan, Kelurahan Simpang Periuk, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Namun, setelah polisi menangkap Picandi, pembangunan rumah yang sudah setengah jadi tersebut otomatis terhenti atas permintaan keluarga.

Menurut para pekerja, mereka tidak tahu kalau Picandi tersangkut kasus penggunaan alat tes antigen bekas. Mereka mengaku bahwa selama ini upah tetap lancar diberikan.

 

4 dari 4 halaman

Punya Jabatan Strategis di Kimia Farma

Sebelumnya, polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas yang disediakan oleh Kimia Farma Diagnostik di Bandara Kualanamu.

Selain PM, tersangka lainnya adalah SR (19), DJ (20), M (30) dan R (21). Picandi Mosko sendiri adalah warga Kota Lubuklinggau. Sedangkan empat tersangka lainnya warga Musirawas.

Picandi Mosko sebelumnya menjabat sebagai Business Manager Laboratorium Kimia Farma. Namun, dia kini telah dipecat karena perbuatannya.

Sehari Kantongi Rp30 Juta, Yang Terkumpul Rp1,8 M

Polisi mengungkapkan bahwa para pelaku telah melancarkan aksi mereka sejak Desember 2020. Setiap hari, mereka mampu meraup keuntungan mencapai Rp30 juta.

Hingga mereka ditangkap, keuntungan yang sudah mereka peroleh mencapai Rp1,8 miliar. Diperkirakan sudah ada sekitar 9.000 orang yang jadi korban antigen bekas tersebut.

Sumber: Instagram makassar_iinfo

Beri Komentar