Perusahaan Tolak Pelamar Kerja Karena Nomor Teleponnya Mengandung Angka Sial

Dream - Takhayul dan hal-hal di luar logikan manusia tak bisa dipungkiri masih diyakini masyarakat di sejumlah negara Asia meski kehidupan mereka sudah maju. Salah satunya dibuktikan sebuah perusahaan pendidikan di China yang menolak pelamar kerja hanya karena nomor telepon genggamnya.
Perusahaan itu menolak pelamar kerja yang memiliki angka lima di nomor teleponnya karena dianggap sebagai angka sial.
Media China melaporkan, kasus tersebut terjadi di sebuah perusahaan pendidikan di Shenzhen, Guangdong.
Melansir Oddity Central, Senin, 19 September 2022, pemimpin perusahaan meyakini angka lima di nomor telepon dari pelamar kerja itu sebagai sebuah ketidakberuntungan. Saking percayanya, pelamar kerja disarankan untuk mengubah nomor telepon jika mereka benar-benar tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Kondisi aneh yang tidak ada hubungannya dengan kompetensi atau etos kerja ini telah memicu perdebatan panas di jagat media sosial China. Terlebih takhayul atau mitos memang masih menjadi bagian besar dari kehidupan sehari-hari.
Tanda pagar atau tagar “perusahaan tak memperkerjakan orang dengan nomor telepon yang menggunakan angka 5” menyebar dengan cepat di media sosial China.
Banyak yang mempertanyakan, bagaimana bisa perusahaan pendidikan memiliki kebijakan perekrutan aneh seperti itu. Namun, bagi sebagian netizen yang memercayai takhayul, mereka mendukung apa yang dilakukan perusahaan itu.
Pada media sosial Weibo, seorang blogger bernama Jimenjun, yang memiliki spesialisasi pada astrologi dan numerologi, menjelaskan kondisi perekrutan kerja yang aneh itu.
Ia mengatakan, hal itu kemungkinan terinspirasi oleh teks ramalan kuno I Ching atau Yi Jong, yang juga diketahui sebagai buku perubahan.
Hal itu termasuk teori bahwa banyaknya angka 5 diyakini sebagai sesuatu yang tak menguntungkan.
Jimenjun menambahkan bahwa seseorang dengan angka 5 pada digit kelima nomor teleponnya akan mudah berseteru dengan atasan, juga dengan seniornya.
Banyak yang percaya, meski pimpinan di perusahaan itu percaya takhayul, praktik seperti itu tak akan memiliki tempat di dunia modern. Selain itu, menolak kandidat karena nomor teleponnya disebut sebagai tindakan diskriminasi.
"Ibuku memberitahuku bahwa akan lebih baik jika nomor teleponku tidak ada angka 0 atau 5, jadi nomorku tidak ada satu pun angka 5," tulis seorang pengguna Weibo mengomentari cerita tersebut.
“Ini abad ke-21, dan masih ada saja bos yang percaya takhayul. Mengapa kalian tidak sekalian menyewa seorang Guru Feng-shui yang meramal saja?” komentar netizen lainnya.
Stop Percaya Hari dan Angka Sial, Ini Alasannya
Dream - Meski sudah hidup pada zaman modern, namun manusia tidak bisa lepas dari mitos dan takhayul.
Salah satu buktinya, di era teknologi canggih seperti sekarang masih saja ada orang yang percaya tentang mitos hari dan angka yang dianggap sial.
Dua hal ini dihindari untuk menjauhkan diri dari keburukan yang dipercaya akan menimpa orang-orang yang menggunakan. Tidak heran jika banyak orang yang batal menggelar acara pada hari-hari tertentu dengan alasan bisa tertimpa sial.
Padahal sejatinya semua hari dan angka adalah baik. Rasulullah SAW juga menyatakan keharaman dari kebiasaan itu. Pasalnya bisa berdampak buruk jika tetap percaya mitos semacam itu. Berikut ulasan selengkapnya.
Sebagai contoh, masyarakat begitu takut menyelenggarakan acara pada bulan Muharram. Bulan yang di Indonesia akrab disebut bulan Suro ini memang terkenal klenik.
Sehingga jarang sekali digunakan untuk menyelenggarakan semisal pernikahan dan pesta lainnya. Konon, mereka yang tetap nekat menggelar kegiatan di bulan ini akan tertimpa sial.
Demikian juga dengan mitos angka 13. Angka ini begitu ditakuti karena dianggap menjadi angka sial. Jika mengalami sesuatu karena mendapatkan angka itu, pasti akan disangkutpautkan terhadap mitos yang selama ini berkembang di masyarakat.
Perlu diketahui, kepercayaan terhadap hari, angka, tanggal dan hal lainnya yang dianggap membawa sial adalah kebiasaan masyarakat jahiliyah pada zaman dahulu. Islam datang dengan cahaya menghapus dan mengharamkan hal tersebut.
Namun kini..........lengkapnya baca di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif di sekitarmu atau yang kamu temui ke komunitas@dream.co.id dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

5 Cara Atasi Kantuk Saat Jam Kerja, Ampuh Kembalikan Fokus
Sempatkan untuk melakukan hal-hal ini ketika rasa kantuk melanda di tengah-tengah padatnya pekerjaan.
Baca Selengkapnya

Penampakan Jasa Penitipan Mobil yang Jadi Bisnis Baru Sule di Cimahi: Lahan Sangat Luas, Bebas Panas dan Hujan
Sule kembali membangun bisnis baru yang terletak di kampung halamannya
Baca Selengkapnya

Kemenpora Harap Wiramuda dan Penggerak Wiramuda Berprestasi Tingkat Nasional 2023 Perkuat Jaringan Bisnis
Diharap seluruh peserta bisa memperkuat jaringan bisnis yang ada agar lebih berkembang.
Baca Selengkapnya

Tumbuhkan Minat Kewirausahaan Para Pemuda, Kemenpora Bikin Kegiatan Menarik di Kota Padang
Diharapkan pemuda setelah lulus sekolah dapat menciptakan lapangan kerja dan tumbuh wiramuda,
Baca Selengkapnya

Pemandangan Langka Diduga Pencari Kerja Antar Surat Lamaran di Kantor Pos, Antre Mengular ke Trotoar Sejak Pagi
Momen viral para pejuang rupiah mengantre untuk melamar kerja
Baca Selengkapnya

Wajahnya Dianggap Terlalu Kotak, Lamaran Kerja Pria Ini Ditolak Sampai 10 Pabrik
Pria di Cina berkali-kali gagal mendapat pekerjaan karena bentuk wajahnya persegi. Hal itu membuatnya kesulitan menanggung biaya hidup.
Baca Selengkapnya

BUNGKUS! Challenge Makan Jeruk Nipis
Sahabat Dream, seru juga nih tes tingkat ketahanan kamu makan buah jeruk nipis. Kira-kira kalau kalian masuk yang mana nih?
Baca Selengkapnya

Turun dari Motor, Aksi Bocah Pungut Uang Tercecer Bapak Tuna Netra Bikin Pengendara Diam Seribu Bahasa
Penanaman kejujuran ini harus dibiasakan sejak kecil.
Baca Selengkapnya